Nelayan NTT diminta waspadai gelombang tinggi
Minggu, 17 Desember 2023 15:53 WIB
Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang laut saat cuaca ekstrem melanda wilayah laut di pesisir Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan para nelayan untuk waspada saat melaut seiring gelombang tinggi pada 17-18 Desember 2023 di sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam sistem peringatan dini yang disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang yang diperoleh di Kupang, Minggu (17/12) menyebutkan pola angin di wilayah bagian utara dominan bergerak ke barat laut -timur laut dengan kecepatan angin 4-20 knot.
Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin 4-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, perairan Barat Aceh, Laut Natuna bagian utara, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
Sementara itu tinggi gelombang di wilayah perairan NTT mencapai 1,26 meter hingga 2,0 meter. Hal itu berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Samudera Hindia selatan Sumba hingga Sabu, Selat Ombai, dan perairan selatan Kupang.
Baca juga: Nelayan NTT diminta waspadai gelombang tinggi
Baca juga: BMKG sebut hujan lebat berpotensi landa sejumlah wilayah
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Kupang hingga wilayah perairan Rote yang berbatasan dengan wilayah Australia.
Menurut BMKG, kecepatan angin seperti itu memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama untuk perahu nelayan apabila kecepatan angin lebih dari 15 knot dengan ketinggian gelombang 1,25 meter, kapal Tongkang apabila kecepatan angin 16 knot dengan ketinggian gelombang 1,5 meter, dan kapal feri bila kecepatan angin 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.
Demikian pula dengan kapal kargo atau kapal pesiar agar waspada apabila kecepatan angin mencapai 27 knot dengan ketinggian gelombang 4,0 meter.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Waspada gelombang tinggi di NTT pada 17-18 Desember
Dalam sistem peringatan dini yang disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang yang diperoleh di Kupang, Minggu (17/12) menyebutkan pola angin di wilayah bagian utara dominan bergerak ke barat laut -timur laut dengan kecepatan angin 4-20 knot.
Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin 4-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, perairan Barat Aceh, Laut Natuna bagian utara, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
Sementara itu tinggi gelombang di wilayah perairan NTT mencapai 1,26 meter hingga 2,0 meter. Hal itu berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Samudera Hindia selatan Sumba hingga Sabu, Selat Ombai, dan perairan selatan Kupang.
Baca juga: Nelayan NTT diminta waspadai gelombang tinggi
Baca juga: BMKG sebut hujan lebat berpotensi landa sejumlah wilayah
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Kupang hingga wilayah perairan Rote yang berbatasan dengan wilayah Australia.
Menurut BMKG, kecepatan angin seperti itu memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama untuk perahu nelayan apabila kecepatan angin lebih dari 15 knot dengan ketinggian gelombang 1,25 meter, kapal Tongkang apabila kecepatan angin 16 knot dengan ketinggian gelombang 1,5 meter, dan kapal feri bila kecepatan angin 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.
Demikian pula dengan kapal kargo atau kapal pesiar agar waspada apabila kecepatan angin mencapai 27 knot dengan ketinggian gelombang 4,0 meter.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Waspada gelombang tinggi di NTT pada 17-18 Desember
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG mengimbau warga pesisir NTT waspadai potensi rob pada 5-7 Februari 2026
05 February 2026 11:29 WIB
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di NTT hingga 4 Februari 2026
02 February 2026 12:45 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB