
Pemprov NTT gelar 15 pasar murah untuk menjaga inflasi jelang HBKN

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menggelar 15 pasar murah guna mengendalikan potensi inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026 di daerah tersebut.
“Kegiatan pasar murah ini dilaksanakan di 15 titik lokasi, ada yang berada di area masjid dan juga di NTT Mart, baik di Kabupaten Kupang maupun di Kota Kupang, termasuk di depan Kantor Gubernur,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Vivi Manafe di sela-sela kegiatan pasar murah yang berlangsung di halaman Masjid Raya Nurussa’adah, Kupang, Kamis.
Kegiatan pasar murah tersebut merupakan kolaborasi Pemprov NTT bersama Tim pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTT, Bank Indonesia, serta menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Vivi menjelaskan kegiatan tersebut sebagai upaya mendekatkan pasar kepada masyarakat, sekaligus mengendalikan inflasi, mengingat menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan permintaan yang berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas
Selain itu, kegiatan pasar murah juga merupakan momentum yang setiap tahun dilaksanakan oleh pemerintah, baik saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru maupun menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
“Untuk mitra distributor ada sekitar sembilan yang sudah bergabung. Saat ini kegiatan sudah memasuki hari keempat dan masih akan berlangsung 11 hari lagi,” ujar dia.
Adapun distributor yang terlibat seperti penjual ikan tuna dan ikan fillet, Hypermart, serta kelompok tani yang menjual bawang dan kebutuhan lainnya. Komoditas yang tersedia meliputi sembako serta kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan produk sejenis.
“Kami juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam memberikan sosialisasi penggunaan QRIS. Masyarakat yang menggunakan QRIS bisa mendapatkan souvenir berupa gula pasir atau minyak goreng,” kata Vivi.
Lebih lanjut, ia menghimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying, tetapi berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini agar bisa berbelanja di pasar murah yang telah disediakan. Jangan khawatir, stok tetap tersedia. Pemerintah terus berupaya menjaga agar pasokan aman dan harga tetap stabil menjelang hari raya,” katanya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
