Yerusalem (ANTARA) - Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta para menterinya bungkam kepada media soal pembunuhan wakil kepala biro politik Hamas yang terbunuh di Beirut, Lebanon, lapor Israeli Public Broadcasting Corporation pada Selasa, (2/1/2024).

Anggota Knesset Israel dari Partai Likud, Danny Danon, mengucapkan selamat kepada pasukan keamanan atas pembunuhan pemimpin Hamas itu.

Danon tampaknya menjadi pejabat tinggi Israel pertama yang mengakui negaranya bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

“Saya mengucapkan selamat kepada militer Israel, Shin Bet dan Mossad serta pasukan keamanan atas kematian pejabat senior Hamas, Saleh al-Arouri di Beirut," tulis Danon dalam platform X.

Kelompok perlawanan Palestina Hamas membenarkan pembunuhan yang terjadi di ibu kota Lebanon, Beirut, itu.

Menurut Hamas, dua komandan sayap bersenjata, Brigade Al-Qassam, ikut tewas.

Kantor berita Lebanon,  National News Agency sebelumnya melaporkan Arouri tewas akibat serangan drone Israel di kantor Hamas di Mecherfeh, Beirut selatan. Sedikitnya enam orang tewas dalam serangan tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Israel berencana bangun tembok antiterowongan bawah tanah di perbatasan Gaza

Baca juga: Hamas bilang tidak ada pertukaran tahanan kecuali agresi di dihentikan

Baca juga: Duta besar Israel untuk Inggris tolak solusi dua negara dalam konflik Palestina dan Israel







 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PM Israel minta menterinya bungkam soal pembunuhan pemimpin Hamas

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024