BMKG peringatkan potensi angin kencang di seluruh wilayah NTT
Jumat, 15 Maret 2024 1:00 WIB
Rumah warga di Kelurahan Mbongawani, Ende, NTT yang rusak karena angin kencang, Senin (11/3/2024). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur hingga 16 Maret 2024.
"Waspadai pohon tumbang karena angin kencang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek di Kupang, Kamis, (14/3/2024).
Cuaca ekstrem terjadi di Provinsi NTT sejak 8 Maret karena aktifnya gelombang Equatorial Rossby. Selain itu ada dua bibit siklon tropis yakni 91S dan 94P yang turut memberikan dampak tidak langsung pada kondisi cuaca di NTT.
Sti mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan untuk berhati-hati dengan adanya potensi angin kencang saat ini.
Hujan deras disertai angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang di daerah yang rawan longsor.
Ia mengingatkan masyarakat untuk segera menepi atau mencari tempat yang aman apabila terjadi hujan deras, dan jangan berteduh di bawah pohon.
BMKG telah menyebarluaskan informasi peringatan dini terkait cuaca ekstrem ini kepada pemangku kepentingan kebencanaan yang ada di NTT.
Ia berharap adanya upaya mitigasi bencana sehingga dapat mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem.
"Waspada juga jalanan yang licin dan rusaknya atap bangunan atau fasilitas umum lainnya," ucap Sti.
Berdasarkan pendataan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, angin kencang telah menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan bangunan lain di beberapa kabupaten.
Baca juga: BPBD Ende catat angin kencang dan abrasi pantai rusak rumah warga empat kecamatan
Baca juga: BMKG ingatkan banjir rob di empat wilayah perairan NTT
Cuaca ekstrem ini juga menyebabkan gelombang tinggi dan banjir pesisir yang juga berdampak pada rumah warga di sekitar pantai.
Baca juga: BMKG: Ada indikasi bibit siklon tropis di selatan NTT
"Segera lakukan evakuasi mandiri jika hujan deras berdurasi panjang," kata dia.
"Waspadai pohon tumbang karena angin kencang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek di Kupang, Kamis, (14/3/2024).
Cuaca ekstrem terjadi di Provinsi NTT sejak 8 Maret karena aktifnya gelombang Equatorial Rossby. Selain itu ada dua bibit siklon tropis yakni 91S dan 94P yang turut memberikan dampak tidak langsung pada kondisi cuaca di NTT.
Sti mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan untuk berhati-hati dengan adanya potensi angin kencang saat ini.
Hujan deras disertai angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang di daerah yang rawan longsor.
Ia mengingatkan masyarakat untuk segera menepi atau mencari tempat yang aman apabila terjadi hujan deras, dan jangan berteduh di bawah pohon.
BMKG telah menyebarluaskan informasi peringatan dini terkait cuaca ekstrem ini kepada pemangku kepentingan kebencanaan yang ada di NTT.
Ia berharap adanya upaya mitigasi bencana sehingga dapat mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem.
"Waspada juga jalanan yang licin dan rusaknya atap bangunan atau fasilitas umum lainnya," ucap Sti.
Berdasarkan pendataan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, angin kencang telah menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan bangunan lain di beberapa kabupaten.
Baca juga: BPBD Ende catat angin kencang dan abrasi pantai rusak rumah warga empat kecamatan
Baca juga: BMKG ingatkan banjir rob di empat wilayah perairan NTT
Cuaca ekstrem ini juga menyebabkan gelombang tinggi dan banjir pesisir yang juga berdampak pada rumah warga di sekitar pantai.
Baca juga: BMKG: Ada indikasi bibit siklon tropis di selatan NTT
"Segera lakukan evakuasi mandiri jika hujan deras berdurasi panjang," kata dia.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia hujan ringan hingga lebat berpetir
18 February 2026 11:10 WIB
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah kota di Indonesia
14 February 2026 8:33 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kepala BGN: Insentif SPPG Rp6 juta per hari strategis mencegah pemborosan
27 February 2026 18:11 WIB
MUI: Pemerintah Indonesia harus terapkan perlakuan setara soal sertifikasi halal
23 February 2026 13:09 WIB