Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang menyiapkan beberapa skema untuk mengintervensi lonjakan harga sejumlah barang kebutuhan pokok di ibu Kota Kupang provinsi NTT itu jelang Idul Fitri salah satunya dengan cara Gerakan Pangan Murah (GPM) di lima kecamatan di daerah itu.

"GPM ini bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Wilayah NTT untuk komoditas beras SPHP," kata Penjabat Wali Kota Kupang Fahrensy Priestley Funay di Kupang, Kamis, (21/3/2024).

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan upaya Pemerintah Kota Kupang dalam menekan harga kebutuhan pokok khususnya beras yang alami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang.

Fahrensy menyebut lima Kecamatan yang menjadi tempat pelaksanaan GPM itu tersebar di Kecamatan Alak, Kecamatan Kota Lama, Kecamatan Oesapa, dua di Kecamatan Oebobo dan Kecamatan Kota Raja.

Dia mengatakan untuk beras SPHP yang dijual dibanderol dengan harga Rp55 ribu per lima kilogram. Dan masyarakat diharapkan bisa membelinya karena harga berasnya sangat terjangkau.

"Pelaksanaan GPM sendiri sudah dimulai pada 20 Maret kemarin di Kecamatan Alak dan akan berakhir pada 26 Maret," tambah dia.

Lebih lanjut kata dia, selain GPM pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog NTT menggelar operasi pasar bersubsidi di Kota Kupang, dengan beberapa komoditas yang akan dijual dengan harga subsidi.

"Sejumlah komoditas itu seperti telur atau juga beras menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk pengendalian inflasi tahun 2024," ujar dia.

Masyarakat kata Fahrensy diharapkan tidak punic buying atau berlebihan dalam berbelanja karena pemerintah ujar dia siap memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota itu dengan harga yang terjangkau.

Dia mengatakan bahwa pihaknya juga menggelar inspeksi mendadak pada Rabu (20/3) kemarin bersama dengan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, Perwakilan Kantor Wilayah Perum Bulog NTT, Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kupang, serta TPID Provinsi NTT.

Beberapa lokasi yang dilakukan sidak yakni di pasar Oebobo, lokasi distributor beras, telur dan salah satu ritel moderen yakni Indomart yang berada di kota tersebut.

Ia mengatakan bahwa inspeksi yang dilakukan guna mengecek secara langsung harga bahan kebutuhan pokok masyarakat, dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok serta mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok.

Dari hasil sidak itu dia mengakui bahwa terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, diantaranya beras, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah besar, telur ayam ras dan daging ayam ras.

Pewarta ANTARA pun menyusuri beberapa pasar di Kota Kupang dan menemukan beberapa kebutuhan pokok seperti telur ayam satu rak isi 31 butir kini berada pada harga Rp65 ribu per rak dari sebelumnya hanya Rp55 ribu saja. Harga daging ayam justru telah naik menjadi Rp70 ribu per ekor dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per ekor.

Beberapa pedagang menyatakan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok itu merupakan hal biasa karena jelang hari besar keagamaan pasti akan naik karena permintaan meningkat.



Baca juga: IHSG Rabu diprediksi menguat terbatas

Baca juga: Pemkot Kupang siapkan 51 titik lokasi untuk operasi pasar
Baca juga: Harga emas Antam hari ini tidak berubah

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024