PBB prihatin baku tembak di perbatasan Lebanon-Israel
Sabtu, 6 Juli 2024 12:34 WIB
Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. ANTARA/Anadolu Agency /Furkan G¸ldemir/aa.
Washington (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (5/7) mengaku “sangat prihatin” dengan baku tembak di perbatasan Israel-Lebanon yang semakin meningkat, memperingatkan risiko “perang besar-besaran”.
“
PBB sangat prihatin atas peningkatan intensitas baku tembak di Garis Biru kemarin yang berpotensi besar menyebabkan perang skala penuh,” kata Kantor Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah penyataan.
“Eskalasi bisa dan harus dihindari. Kami menegaskan kembali bahwa bahaya perhitungan yang salah, yang menyebabkan konflik secara tiba-tiba dan lebih luas adalah nyata,” katanya.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan solusi politik dan diplomatik menjadi “satu-satunya cara yang layak untuk ke depannya", menggarisbawahi keterlibatan antara pejabat Lebanon dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) serta Koordinator Khusus PBB.
“Kami menggemakan seruan UNSCOL (Kantor Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon) dan UNIFIL yang mendesak para pihak untuk segera kembali mengakhiri permusuhan dan kembali berkomitmen pada implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006),” tulis pernyataan tersebut.
Situasi di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel semakin memanas di tengah serangan lintas batas antara Hizbullah dan pasukan Israel, selagi Tel Aviv melanjutkan serangan mematikannya terhadap Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 38.000 orang sejak 7 Oktober tahun lalu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Sekjen PBB ingatkan lonjakan penggunaan ruang siber sebagai senjata
Baca juga: PBB menyerukan Korut akhiri isolasi diri
Baca juga: Komando PBB investigasi insiden di perbatasan antar-Korea
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB sangat prihatin baku tembak di perbatasan Lebanon-Israel meningkat
“
PBB sangat prihatin atas peningkatan intensitas baku tembak di Garis Biru kemarin yang berpotensi besar menyebabkan perang skala penuh,” kata Kantor Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah penyataan.
“Eskalasi bisa dan harus dihindari. Kami menegaskan kembali bahwa bahaya perhitungan yang salah, yang menyebabkan konflik secara tiba-tiba dan lebih luas adalah nyata,” katanya.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan solusi politik dan diplomatik menjadi “satu-satunya cara yang layak untuk ke depannya", menggarisbawahi keterlibatan antara pejabat Lebanon dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) serta Koordinator Khusus PBB.
“Kami menggemakan seruan UNSCOL (Kantor Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon) dan UNIFIL yang mendesak para pihak untuk segera kembali mengakhiri permusuhan dan kembali berkomitmen pada implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006),” tulis pernyataan tersebut.
Situasi di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel semakin memanas di tengah serangan lintas batas antara Hizbullah dan pasukan Israel, selagi Tel Aviv melanjutkan serangan mematikannya terhadap Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 38.000 orang sejak 7 Oktober tahun lalu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Sekjen PBB ingatkan lonjakan penggunaan ruang siber sebagai senjata
Baca juga: PBB menyerukan Korut akhiri isolasi diri
Baca juga: Komando PBB investigasi insiden di perbatasan antar-Korea
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB sangat prihatin baku tembak di perbatasan Lebanon-Israel meningkat
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lebanon sebut kesepakatan gencatan senjata dengan Israel hampir tercapai
26 November 2024 22:00 WIB, 2024
Menlu AS Antony Blinken bilang ada kemajuan dalam upaya gencatan senjata di Lebanon
01 November 2024 9:17 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Iran akan menuntut kompensasi dari Uni Emirat Arab atas kerusakan akibat serangan AS
19 March 2026 20:44 WIB