Kamala Harris menangkan suara Demokrat menjadi capres
Sabtu, 3 Agustus 2024 13:52 WIB
Wakil Presiden AS Kamala Harris memperoleh cukup suara dari delegasi konvensi Partai Demokrat dan berhasil mengamankan nominasi presiden partai tersebut/HO-Anadolu/www.aa.com.tr
Washington (ANTARA) - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris memperoleh cukup suara dari delegasi konvensi Partai Demokrat dan berhasil mengamankan nominasi presiden partai tersebut, demikian ungkap Ketua Komite Nasional Demokrat Jaime Harrison pada Jumat, (2/8).
Harris melewati ambang batas 2.350 suara delegasi untuk nominasi presiden Partai Demokrat, kurang dari dua minggu setelah Biden mundur dari ajang pemilihan presiden 2024 dan mendukung Harris sebagai calon dari Partai Demokrat.
"Dengan bangga saya memastikan bahwa Wakil Presiden Harris telah meraih lebih dari mayoritas suara delegasi konvensi dan akan menjadi calon presiden Partai Demokrat setelah penutupan pemungutan suara pada Senin," kata Harrison melalui panggilan video, menurut beberapa media AS.
"Anda mengembalikan petisi nominasi Anda dengan kecepatan kilat. Anda membuat suara Anda didengar. Dan apa yang Anda katakan sudah jelas: Kami tidak akan mundur. Kami harus mengirim Kamala Harris ke Gedung Putih," katanya. "Anda menunjukkan dedikasi dan komitmen Anda terhadap proses ini."
Pemungutan suara virtual DNC untuk 4.700 delegasi dimulai pada Kamis (1/8) pukul 9 pagi ET (Jumat pukul 20.00 WIB) dan akan berakhir pada Senin, 5 Agustus pukul 6 sore ET (Selasa pukul 17.00 WIB).
Harris mencalonkan diri untuk nominasi presiden tanpa lawan.
Pengumuman ini dikeluarkan menjelang Konvensi Nasional Demokrat (DNC) di Chicago pada 19-22 Agustus.
Sumber: Anadolu-OANA
Baca juga: Petugas menahan 1.200 orang terkait unjuk rasa pilpres di Venezuela
Baca juga: Biden mundur sebagai kandidat dalam Pilpres AS
Baca juga: Obama dukung Kamala Harris pada pilpres AS
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harris berhasil menangkan suara Demokrat jadi calon presiden
Harris melewati ambang batas 2.350 suara delegasi untuk nominasi presiden Partai Demokrat, kurang dari dua minggu setelah Biden mundur dari ajang pemilihan presiden 2024 dan mendukung Harris sebagai calon dari Partai Demokrat.
"Dengan bangga saya memastikan bahwa Wakil Presiden Harris telah meraih lebih dari mayoritas suara delegasi konvensi dan akan menjadi calon presiden Partai Demokrat setelah penutupan pemungutan suara pada Senin," kata Harrison melalui panggilan video, menurut beberapa media AS.
"Anda mengembalikan petisi nominasi Anda dengan kecepatan kilat. Anda membuat suara Anda didengar. Dan apa yang Anda katakan sudah jelas: Kami tidak akan mundur. Kami harus mengirim Kamala Harris ke Gedung Putih," katanya. "Anda menunjukkan dedikasi dan komitmen Anda terhadap proses ini."
Pemungutan suara virtual DNC untuk 4.700 delegasi dimulai pada Kamis (1/8) pukul 9 pagi ET (Jumat pukul 20.00 WIB) dan akan berakhir pada Senin, 5 Agustus pukul 6 sore ET (Selasa pukul 17.00 WIB).
Harris mencalonkan diri untuk nominasi presiden tanpa lawan.
Pengumuman ini dikeluarkan menjelang Konvensi Nasional Demokrat (DNC) di Chicago pada 19-22 Agustus.
Sumber: Anadolu-OANA
Baca juga: Petugas menahan 1.200 orang terkait unjuk rasa pilpres di Venezuela
Baca juga: Biden mundur sebagai kandidat dalam Pilpres AS
Baca juga: Obama dukung Kamala Harris pada pilpres AS
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harris berhasil menangkan suara Demokrat jadi calon presiden
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
NATO menghentikan berbagi informasi intelijen dengan AS, imbas isu pencaplokan Greenland
20 January 2026 11:49 WIB
China tetap mendukung PBB meski AS mundur dari puluhan badan multilater PBBal
09 January 2026 6:20 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB