Lima alasan Jokowi unggul atas Prabowo versi LSI
Rabu, 3 April 2019 12:29 WIB
Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ardian Sopa (kanan) saat memaparkan hasil surveinya bertema "Jokowi di ambang Dua Periode?", di Kantor LSI Denny J.A., Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/4/019). (ANTARA FOTO/Syaiful Hakim)
Jakarta (ANTARA) - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menemukan lima alasan pasangan calon presiden dan wapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf lebih unggul dibandingkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi menjelang pencoblosan pada 17 April 2019 dalam survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga survei tersebut.
Dalam hasil survei yang dirilis LSI Denny JA, di Kantornya di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/4), menyebutkan Jokowi-Ma'ruf masih unggul telak dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandi.
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam kisaran 56,8 persen-63,2 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sekitar 36,8 persen-43,2 persen.
Alasan pertama, kata peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei terbarunya bertema "Jokowi di Ambang Dua Periode?", kepuasan terhadap kinerja petahana.
"Dalam hukum besi pemilu langsung, seorang petahana akan mudah terpilih kembali jika mayoritas masyarakat puas dengan kinerja selama menjabat," ujarnya
Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa 69,5 persen pemilih menyatakan puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden.
"Hanya 25,6 persen pemilih saja yang menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden," kata Ardian.
Baca juga: Golkar NTT naikkan target kemenangan Jokowi-Ma`ruf jadi 90 persen
Kedua, Jokowi punya sejumlah program populis yang diketahui luas dan disukai. Sejumlah program Jokowi yang dikenal luas dan disukai antara lain Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, dana desa, dan beras sejahtera (rastra).
"Program-program ini dikenal rata-rata di atas 70 persen dan rata-rata di atas 60 persen disukai," ujarnya.
Ketiga, kepribadian Jokowi lebih disukai dibandingkan Prabowo. Hampir semua aspek kepribadian, Jokowi dinilai publik lebih unggul dibanding Prabowo.
"Di antaranya Jokowi dinilai lebih jujur, pintar, nasionalis, dan perhatian terhadap rakyat," kata Ardian.
Keempat, Jokowi unggul telak di kantong pemilih loyal, yaitu pemilih minoritas. Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa Jokowi-Ma'ruf unggul telak di pemilih minoritas.
Dukungan Jokowi-Ma'ruf di segmen minoritas adalah 74,5 persen - 80,9 persen. Meski pemilih minoritas ini populasinya di bawah 10 persen pemilih ini cenderung loyal dukungannya terhadap Jokowi-Ma'ruf.
Kelima, Jokowi unggul telak di kantong pemilih besar. Kantong pemilih berpopulasi besar dan penting tersebut adalah pemilih wong cilik.
Jumlah pemilih wong cilik sebesar 75 persen. Di segmen pemilih ini, Jokowi-Ma'ruf juga unggul jauh dibanding Prabowo-Sandi.
"Range dukungan Jokowi-Ma'ruf di segmen pemilih wong cilik dengan pendapatan di bawah Rp1 juta adalah 59,2 persen - 65,6 persen. Sementara di pemilih yang pendapatannya di antara Rp1 juta-Rp3 juta, dukungan Jokowi-Maruf sebesar 58,8 persen-65,2 persen," kata Ardian Sopa.
Baca juga: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf pada kisaran 56,8 - 63,2 persen
Baca juga: 8 April 2019, Capres Jokowi kampanye di Kupang
Dalam hasil survei yang dirilis LSI Denny JA, di Kantornya di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/4), menyebutkan Jokowi-Ma'ruf masih unggul telak dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandi.
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam kisaran 56,8 persen-63,2 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sekitar 36,8 persen-43,2 persen.
Alasan pertama, kata peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei terbarunya bertema "Jokowi di Ambang Dua Periode?", kepuasan terhadap kinerja petahana.
"Dalam hukum besi pemilu langsung, seorang petahana akan mudah terpilih kembali jika mayoritas masyarakat puas dengan kinerja selama menjabat," ujarnya
Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa 69,5 persen pemilih menyatakan puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden.
"Hanya 25,6 persen pemilih saja yang menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden," kata Ardian.
Baca juga: Golkar NTT naikkan target kemenangan Jokowi-Ma`ruf jadi 90 persen
Kedua, Jokowi punya sejumlah program populis yang diketahui luas dan disukai. Sejumlah program Jokowi yang dikenal luas dan disukai antara lain Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, dana desa, dan beras sejahtera (rastra).
"Program-program ini dikenal rata-rata di atas 70 persen dan rata-rata di atas 60 persen disukai," ujarnya.
Ketiga, kepribadian Jokowi lebih disukai dibandingkan Prabowo. Hampir semua aspek kepribadian, Jokowi dinilai publik lebih unggul dibanding Prabowo.
"Di antaranya Jokowi dinilai lebih jujur, pintar, nasionalis, dan perhatian terhadap rakyat," kata Ardian.
Keempat, Jokowi unggul telak di kantong pemilih loyal, yaitu pemilih minoritas. Survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa Jokowi-Ma'ruf unggul telak di pemilih minoritas.
Dukungan Jokowi-Ma'ruf di segmen minoritas adalah 74,5 persen - 80,9 persen. Meski pemilih minoritas ini populasinya di bawah 10 persen pemilih ini cenderung loyal dukungannya terhadap Jokowi-Ma'ruf.
Kelima, Jokowi unggul telak di kantong pemilih besar. Kantong pemilih berpopulasi besar dan penting tersebut adalah pemilih wong cilik.
Jumlah pemilih wong cilik sebesar 75 persen. Di segmen pemilih ini, Jokowi-Ma'ruf juga unggul jauh dibanding Prabowo-Sandi.
"Range dukungan Jokowi-Ma'ruf di segmen pemilih wong cilik dengan pendapatan di bawah Rp1 juta adalah 59,2 persen - 65,6 persen. Sementara di pemilih yang pendapatannya di antara Rp1 juta-Rp3 juta, dukungan Jokowi-Maruf sebesar 58,8 persen-65,2 persen," kata Ardian Sopa.
Baca juga: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf pada kisaran 56,8 - 63,2 persen
Baca juga: 8 April 2019, Capres Jokowi kampanye di Kupang
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Survei Denny JA: Suara elit parpol terkait pilkada DPRD tak diamini konstituen
07 January 2026 17:44 WIB
Patrick Kluivert bilang butuh bantuan klub Liga 1 bangun timnas Indonesia
15 January 2025 18:00 WIB, 2025
Mahfud MD minta Denny Indrayana menjaga Anies Baswedan agar Pemerintah tidak dituduh
05 June 2023 15:43 WIB, 2023
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB