Kupang (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingatkan kepada warga di sejumlah desa di bawah kaki gunung itu untuk mewaspadai aliran lahar dingin di tengah tingginya intensitas hujan di puncak gunung.
"Kami imbau warga yang rumahnya tepat di bawah kaki gunung Lewotolok agar mewaspadai aliran lahar dingin dari puncak gunung," kata Petugas Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian saat dihubungi dari Kupang, Selasa.
Hal ini disampaikannya menyusul adanya hujan dengan intensitas tinggi di daerah tersebut beberapa hari terakhir, khususnya di puncak gunung yang masih aktif itu.
Stanis mengatakan berbagai rekomendasi sudah mereka buat untuk disampaikan kepada masyarakat, khususnya di bawah kaki gunung tersebut.
"Ada beberapa desa di bawah kaki gunung itu, seperti Desa Jontana, Lamawolo, Lamatokan, Todonara, dan beberapa desa lainnya," ujar dia.
Dia mengatakan beberapa desa justru lokasinya tidak jauh dari aliran sungai, yang terbentuk saat bencana Seroja beberapa tahun lalu.
Lokasi itu, ujar dia, berpotensi menjadi jalur mengalirnya lahar dingin dari puncak gunung tersebut.
"Sampai sejauh ini masih belum ada laporan, namun kami harapkan masyarakat juga selalu waspada jika sudah ada hujan lewat di puncak gunung," tambah dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan gunung yang saat ini masih dalam status Level II atau Waspada tersebut masih terus erupsi, karena itu warga juga diminta waspada.
Salah satunya adalah mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut gunung Ile Lewotolok.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PPG Ile Lewotolok ingatkan warga waspadai aliran lahar dingin