Banyak faktor penyebab mutu pendidikan di NTT rendah
Kamis, 2 Mei 2019 15:05 WIB
Kepala Dinas Pendidikan NTT, Benyamin Lola. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Benyamin Lola mengatakan, ada banyak faktor yang menjadi penyebab mutu pendidikan di daerah ini tetap rendah dari waktu ke waktu.
"Ada banyak faktor yang ikut memberikan kontribusi pada mutu pendidikan di NTT rendah sampai saat ini, salah satunya adalah kompetensi tenaga pendidikan di daerah ini," kata Benyamin Lola kepada Antara, di Kupang, Kamis (2/5).
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan rendahnya mutu pendidikan di NTT yang masih tetap dibawa daerah lain dari waktu ke waktu tanpa adanya perubahan signifikan.
Tingkat pendidikan di provinsi berbasis kepulauan itu masih terlalu rendah jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Padahal pemerintah telah memberikan sertifikasi guru agar mampu meningkatkan kinerja dalam mendidik siswa, tetapi kenyataannya juga sama atau tidak ada perubahan.
Dia mengatakan, faktor lain yang turut berkontribusi pada mutu pendidikan di NTT adalah faktor kependidikan dan sarana pendukung proses belajar mengajar.
Menurut dia, masih ada sejumlah faktor yang juga ikut memberikan kontribusi antara lain, faktor proses pembelajaran, sarana pembelajaran, faktor motivasi belajar siswa, dukungan orang tua serta lingkungan yang kondusif, serta lainnya. "Jadi ada banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan kita di NTT" katanya.
Faktor-faktor penyebab ini, yang terus dibenahi oleh pemerintah agar ke depan mutu pendidikan di daerah ini bisa lebih baik, kata Benyamin Lola yang mengaku berada di Kabupaten Ngada untuk mengikuti Hari Pendidikan Nasional.
Baca juga: Mendorong peningkatan kompetensi guru di Kota Kupang
Baca juga: 100 laptop untuk sekolah yang minim fasilitas
"Ada banyak faktor yang ikut memberikan kontribusi pada mutu pendidikan di NTT rendah sampai saat ini, salah satunya adalah kompetensi tenaga pendidikan di daerah ini," kata Benyamin Lola kepada Antara, di Kupang, Kamis (2/5).
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan rendahnya mutu pendidikan di NTT yang masih tetap dibawa daerah lain dari waktu ke waktu tanpa adanya perubahan signifikan.
Tingkat pendidikan di provinsi berbasis kepulauan itu masih terlalu rendah jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Padahal pemerintah telah memberikan sertifikasi guru agar mampu meningkatkan kinerja dalam mendidik siswa, tetapi kenyataannya juga sama atau tidak ada perubahan.
Dia mengatakan, faktor lain yang turut berkontribusi pada mutu pendidikan di NTT adalah faktor kependidikan dan sarana pendukung proses belajar mengajar.
Menurut dia, masih ada sejumlah faktor yang juga ikut memberikan kontribusi antara lain, faktor proses pembelajaran, sarana pembelajaran, faktor motivasi belajar siswa, dukungan orang tua serta lingkungan yang kondusif, serta lainnya. "Jadi ada banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan kita di NTT" katanya.
Faktor-faktor penyebab ini, yang terus dibenahi oleh pemerintah agar ke depan mutu pendidikan di daerah ini bisa lebih baik, kata Benyamin Lola yang mengaku berada di Kabupaten Ngada untuk mengikuti Hari Pendidikan Nasional.
Baca juga: Mendorong peningkatan kompetensi guru di Kota Kupang
Baca juga: 100 laptop untuk sekolah yang minim fasilitas
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Kemenag alih status dua SMA Katolik di NTT guna memperkuat layanan pendidikan
11 December 2025 6:50 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB