Logo Header Antaranews Kupang

Kemenag alih status dua SMA Katolik di NTT guna memperkuat layanan pendidikan

Kamis, 11 Desember 2025 06:50 WIB
Image Print
Penyerahan SK Penegerian SMAK St. Mikhael Flores Timur dari Dirjen Bimas Katolik Suparman (kedua dari kiri) kepada Kakanwil Kemenag NTT Kariyanto.  (ANTARA/HO-Kemenag NTT)

Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Agama resmi mengalihkan status dua Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) swasta di di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai upaya memperkuat mutu dan pemerataan layanan pendidikan keagamaan di daerah.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTT Kariyanto dalam keterangannya di Kupang, Rabu, menyebut dua sekolah tersebut yakni SMAK Santo Mikhael Solor, Kabupaten Flores Timur dan SMAK Santo Dominikus Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Penegerian kedua SMAK ini bukan hanya tentang perubahan status, tetapi wujud hadirnya negara untuk memastikan pendidikan keagamaan di NTT berkembang setara dan berkualitas. Kemenag ingin memastikan tidak ada daerah yang tertinggal, termasuk di wilayah kepulauan,” ujarnya

Alih status tersebut ditandai lewat penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 1541 Tahun 2025 tentang Penegerian Dua SMA Katolik di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kariyanto menjelaskan penegerian ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk generasi muda yang beriman, cerdas, dan berkarakter. Kehadiran SMA negeri berbasis Katolik mencerminkan komitmen Kemenag NTT dalam memprioritaskan kerukunan, kualitas pendidikan, dan pelayanan publik.

“Di NTT, kami ingin memastikan sekolah keagamaan apapun, baik Katolik, Kristen, Islam, Hindu, maupun Buddha, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Inilah semangat moderasi beragama yang kami dorong dalam dunia pendidikan,” katanya.

Ia menegaskan komitmen Kemenag NTT untuk memberikan pendampingan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, pembinaan moderasi beragama, peningkatan karakter kebangsaan, serta pendampingan layanan pendidikan yang inklusif.

Kariyanto juga mengajak semua pihak, pemerintah daerah, Gereja Katolik, umat, dan masyarakat setempat untuk terus membangun sinergi dalam mendukung pengembangan sekolah tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Katolik Kemenag RI Suparman mengatakan pemerintah terus mendukung penyelenggaraan pendidikan keagamaan Katolik sebagai bagian dari tugas negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pendidikan Katolik tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan moralitas,” ujarnya.

Suparman berharap kedua sekolah tersebut dapat menjadi model yang mengedepankan moderasi beragama, toleransi, pembinaan karakter, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di daerah.

Dengan penambahan dua SMAK negeri di NTT pada tahun ini, Kementerian Agama kini mencatat lima sekolah Katolik negeri yang beroperasi di Indonesia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenag alih status dua SMA Katolik di NTT perkuat layanan pendidikan



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026