Kupang, NTT (ANTARA) - Tim Search And Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada operasi pencarian kecelakaan sampan yang menimpa tiga nelayan di perairan Kawaliwu, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Satu korban berhasil selamat dan dua lainnya ditemukan meninggal dalam insiden sampan yang terbalik akibat hantaman gelombang tinggi,” kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman dikonfirmasi dari Kupang, Jumat.

Ia menjelaskan sebelumnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere pada Kamis (12/3) sekitar pukul 22.00 WITA oleh seorang warga bernama Maxi Riangkotek.

Berdasarkan informasi yang diterima, tiga orang nelayan berangkat memancing menggunakan sampan pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 17.30 WITA di sekitar Pantai Kawaliwu. Insiden terjadi di perairan tersebut dengan titik duga lokasi kejadian pada koordinat 8°16'15.52"S–122°52'27.39"E.

Sekitar pukul 18.00 WITA, sampan yang mereka gunakan terbalik akibat dihantam gelombang tinggi dan arus kuat.

Masyarakat setempat yang berada di sekitar lokasi segera melakukan upaya pertolongan dan berhasil menyelamatkan satu orang korban atas nama Yuven Koten (38).

Sementara dua korban lainnya dilaporkan hilang dan membutuhkan bantuan pencarian dari tim SAR.

Pada pukul 23.00 WITA, tim yang berada di lapangan melaporkan satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, atas nama Alfred Koten (40) dengan posisi lokasi temuan kurang lebih 400 meter dari lokasi kejadian.

“Operasi dilanjutkan pada hari kedua, 13 Maret 2026,” katanya.

Ia menyampaikan pada hari kedua operasi pencarian, pukul 06.00 WITA, tim SAR gabungan melaksanakan briefing operasi dan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian menggunakan rubber boat Kansar Maumere.

Tim SAR mulai melaksanakan pencarian di sekitar LKK dengan melakukan penyisiran di atas permukaan laut menggunakan rubber boat 30 PK Kansar Maumere.

Sekitar pukul 09.30 WITA, tim SAR menemukan satu korban atas nama Alex Koten (46) dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 8°16'53.89"S–122°53'9.35"E atau sekitar 1,9 kilometer ke arah selatan dari lokasi kejadian. Setelah itu, korban dievakuasi menuju Puskesmas Lewolema untuk penanganan lebih lanjut.

“Operasi SAR selanjutnya diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” kata Fathur.

Operasi pencarian tersebut melibatkan unsur SAR gabungan dari Kansar Maumere, Pos TNI AL Larantuka, Polair Polres Larantuka, KSOP Larantuka, BPBD Larantuka, serta nelayan dan masyarakat setempat.