Jokowi-Amin perlu rekonsiliasi dengan Prabowo-Sandi
Sabtu, 29 Juni 2019 12:27 WIB
Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam pidatonya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Kamis (27/6) malam. (ANTARA FOTO/Hanni Sofia/aa)
Kupang (ANTARA) - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona mengatakan, Joko Widido dan Ma'ruf Amin perlu melakukan rekonsiliasi dengan cara bertemu langsung dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
"Meskipun sulit, karena Prabowo sepertinya belum memberi selamat kepada Jokowi-Amin pascaputusan MK, tetapi cara manusiawi yang sederhana dan tanpa mediator dengan bertemu langsung Prabowo, adalah kunci menurunkan tensi," kata Mikhael Bataona kepada ANTARA di Kupang, Sabtu (29/6).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan harapan terhadap Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai pasangan Presiden dan Wapres pilihan rakyat, setelah putusan MK.
Majelis hakim Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan yang dilayangkan oleh tim Badan Pemenangan Nasional paslon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melalui kuasa hukumnya dalam sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Jakarta, Kamis (27/6) malam.
"Menurut saya, hal paling pertama yang harus dilakukan Jokowi-Amin adalah mengkonsolidasi kekuatan koalisi agar semuanya searah dan tetap kompak. Kedua, tentu saja adalah berusaha melakukan rekonsiliasi dengan cara bertemu secara langsung dengan Prabowo-Sandi," katanya.
Baca juga: Jokowi-Ma'ruf Amin harus mengawali langkah rekonsiliasi
Langkah ini penting sebab psikologi politik massa sangat ditentukan oleh langkah politik para patron atau elite yang menjadi idola mereka, kata dosen ilmu Komunikasi Politik dan Sistem Politik Indonesia, serta Ilmu Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unwira Kupang itu.
Ketiga, menurut dia, adalah mempercepat akselerasi pembangunan, terutama di wilayah-wilayah yang cukup tertinggal seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), juga Maluku dan Papua yang adalah bagian penting dari visi Indonesia hebat di 2045.
Selain memikirkan soal formasi kabinet yang perlu diisi oleh anak-anak muda yang visioner dan bermental eksekutor, Jokowi juga perlu mengkonsolidasi semua kekuatan di parlemen, karena kunci goal tidaknya visi-misi Jokowi akan sangat ditentukan oleh dinamika di parlemen di mana sesuai UU MD3.
"Memang sudah bisa dipastikan bahwa koalisi Jokowi-Amin akan menjadi pimpinan di parlemen, terutama di DPR dan MPR bahkan juga di DPD," katanya menambahkan.
Baca juga: Jokowi tidak boleh mengabaikan pendukung Prabowo
Baca juga: Prabowo-Jokowi akan bertemu pascaputusan MK
"Meskipun sulit, karena Prabowo sepertinya belum memberi selamat kepada Jokowi-Amin pascaputusan MK, tetapi cara manusiawi yang sederhana dan tanpa mediator dengan bertemu langsung Prabowo, adalah kunci menurunkan tensi," kata Mikhael Bataona kepada ANTARA di Kupang, Sabtu (29/6).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan harapan terhadap Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai pasangan Presiden dan Wapres pilihan rakyat, setelah putusan MK.
Majelis hakim Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan yang dilayangkan oleh tim Badan Pemenangan Nasional paslon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melalui kuasa hukumnya dalam sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Jakarta, Kamis (27/6) malam.
"Menurut saya, hal paling pertama yang harus dilakukan Jokowi-Amin adalah mengkonsolidasi kekuatan koalisi agar semuanya searah dan tetap kompak. Kedua, tentu saja adalah berusaha melakukan rekonsiliasi dengan cara bertemu secara langsung dengan Prabowo-Sandi," katanya.
Baca juga: Jokowi-Ma'ruf Amin harus mengawali langkah rekonsiliasi
Langkah ini penting sebab psikologi politik massa sangat ditentukan oleh langkah politik para patron atau elite yang menjadi idola mereka, kata dosen ilmu Komunikasi Politik dan Sistem Politik Indonesia, serta Ilmu Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unwira Kupang itu.
Ketiga, menurut dia, adalah mempercepat akselerasi pembangunan, terutama di wilayah-wilayah yang cukup tertinggal seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), juga Maluku dan Papua yang adalah bagian penting dari visi Indonesia hebat di 2045.
Selain memikirkan soal formasi kabinet yang perlu diisi oleh anak-anak muda yang visioner dan bermental eksekutor, Jokowi juga perlu mengkonsolidasi semua kekuatan di parlemen, karena kunci goal tidaknya visi-misi Jokowi akan sangat ditentukan oleh dinamika di parlemen di mana sesuai UU MD3.
"Memang sudah bisa dipastikan bahwa koalisi Jokowi-Amin akan menjadi pimpinan di parlemen, terutama di DPR dan MPR bahkan juga di DPD," katanya menambahkan.
Baca juga: Jokowi tidak boleh mengabaikan pendukung Prabowo
Baca juga: Prabowo-Jokowi akan bertemu pascaputusan MK
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ma'ruf Amin: Situasi Indonesia sekarang tidak baik saja sehingga harus bersatu
21 April 2025 9:43 WIB
Dalil AMIN beralasan menurut hukum untuk sebagian, kata Enny Nurbaningsih
22 April 2024 15:04 WIB, 2024
Timnas AMIN ungkap alasan ingin menghadirkan empat menteri menjadi saksi
29 March 2024 5:52 WIB, 2024
Wapres Ma'ruf Amin sebut PM Luxon setuju pendekatan persuasif bebaskan Kapten Philip
27 February 2024 12:00 WIB, 2024
THN AMIN dan TPN Ganjar-Mahfud berkomitmen melaporkan dugaan kecurangan pemilu 2024
20 February 2024 23:00 WIB, 2024
Peristiwa politik sepekan - TPS salah konversi Formulir C. Hasil hingga Perpres Bawaslu
18 February 2024 10:15 WIB, 2024