Program BPNT Diluncurkan April
Senin, 13 Maret 2017 12:24 WIB
Sugeng Rahayu, Kepala Badan Urusan Logistik Devisi Regional Nusa Tenggara Timur
Kupang (Antara NTT) - Kepala Badan Urusan Logistik Devisi Regional Nusa Tenggara Timur Sugeng Rahayu mengatakan pada bulan April ini pemerintah akan meluncurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2017 di Kota Kupang.
"Hal ini sesuai keputusan dari hasil rapat antarkementerian di Jakarta beberapa waktu lalu," katanya saat ditemui di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan, untuk peluncurannya hanya sebuah uji coba untuk penerapan BPNT di Kota Kupang. Artinya bahwa Kota Kupang menjadi pilot project dari penerapan program tersebut di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
Sugeng menjelaskan, BPNT merupakan skema baru subsidi beras yang sebelumnya beras disalurkan langsung ke seluruh warga miskin, kini warga miskin yang sudah didata masuk ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan kartu elektronik "Kombo" untuk membelanjakan beras dengan harga yang murah.
Penggunaan kartu tersebut juga tidak hanya untuk membeli beras, tetapi juga dapat digunakan untuk membeli bahan pangan lain, misalnya minyak goreng, telur, tepung dan bahan pokok lainnya.
Namun untuk tahap uji coba di Kota Kupang, E-Warong hanya menyiapkan beras dan gula.
"Penerapan program BPNT ini hanya berlaku jika di daerah tersebut mempunyai elektronik warung gotong royong atau yang dikenal dengan E-Warong," tuturnya.
Menurut data yang diperoleh dari Dinas Sosial Kota Kupang, ada sekitar 16 E-Warong yang sudah terdaftar dan siap dikerjasamakan dengan program E-Warong tersebut.
Sugeng menjelaskan E-warong sendiri adalah agen bank, pedagang dan pihak lain yang bekerjasama dengan bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), yakni BNI, BRI, Bank Mandiri dan BTN. Namun untuk wilayah Kota Kupang, sebagai percobaan kerja sama BPNT dan E-Warong akan terkoneksi dengan BRI, karena menurutnya baru BRI yang sudah dinyatakan siap.
Sugeng menambahkan, penyaluran beras BPNT tersebut berbeda dengan beras program penyaluran beras sejahtera (rastra).
"Jadi yang beras yang digunakan untuk BPNT tersebut adalah beras komersil, dan bukan beras public service obligation (PSO) yang selama ini selalu disalurkan ke masyarakat," tuturnya. Jadi ia memastikan kualitas beras yang didistribusikan sendiri akan lebih bagus dari beras-beras sebelumnya.
"Hal ini sesuai keputusan dari hasil rapat antarkementerian di Jakarta beberapa waktu lalu," katanya saat ditemui di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan, untuk peluncurannya hanya sebuah uji coba untuk penerapan BPNT di Kota Kupang. Artinya bahwa Kota Kupang menjadi pilot project dari penerapan program tersebut di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
Sugeng menjelaskan, BPNT merupakan skema baru subsidi beras yang sebelumnya beras disalurkan langsung ke seluruh warga miskin, kini warga miskin yang sudah didata masuk ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan kartu elektronik "Kombo" untuk membelanjakan beras dengan harga yang murah.
Penggunaan kartu tersebut juga tidak hanya untuk membeli beras, tetapi juga dapat digunakan untuk membeli bahan pangan lain, misalnya minyak goreng, telur, tepung dan bahan pokok lainnya.
Namun untuk tahap uji coba di Kota Kupang, E-Warong hanya menyiapkan beras dan gula.
"Penerapan program BPNT ini hanya berlaku jika di daerah tersebut mempunyai elektronik warung gotong royong atau yang dikenal dengan E-Warong," tuturnya.
Menurut data yang diperoleh dari Dinas Sosial Kota Kupang, ada sekitar 16 E-Warong yang sudah terdaftar dan siap dikerjasamakan dengan program E-Warong tersebut.
Sugeng menjelaskan E-warong sendiri adalah agen bank, pedagang dan pihak lain yang bekerjasama dengan bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), yakni BNI, BRI, Bank Mandiri dan BTN. Namun untuk wilayah Kota Kupang, sebagai percobaan kerja sama BPNT dan E-Warong akan terkoneksi dengan BRI, karena menurutnya baru BRI yang sudah dinyatakan siap.
Sugeng menambahkan, penyaluran beras BPNT tersebut berbeda dengan beras program penyaluran beras sejahtera (rastra).
"Jadi yang beras yang digunakan untuk BPNT tersebut adalah beras komersil, dan bukan beras public service obligation (PSO) yang selama ini selalu disalurkan ke masyarakat," tuturnya. Jadi ia memastikan kualitas beras yang didistribusikan sendiri akan lebih bagus dari beras-beras sebelumnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemensos menerima 10,8 juta keluarga pengusul dan 82 ribu sanggahan data bansos
14 September 2026 11:40 WIB
Kemensos menyalurkan bansos triwulan III 2026: PKH 7 juta KPM sembako 12 juta
06 August 2026 15:14 WIB
DJPb: Realisasi dana PKH di NTT mencapai Rp596,63 miliar hingga Juni 2025
03 August 2025 17:57 WIB, 2025
Bantuan Sembako sudah disalurkan ke 488.103 keluarga penerima di NTT
08 September 2022 9:47 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov NTT dan DPR RI perkuat koordinasi perlindungan PMI nonprosedural
24 September 2026 17:28 WIB
Kemnaker: Hampir 50 persen lulusan program Magang Nasional 2025 telah bekerja di perusahaan
23 September 2026 14:28 WIB
Kemendes mengusulkan pendirian dapur komunal dukung MBG di daerah tertinggal
23 September 2026 13:29 WIB
ANTARA menggelar ABF 2026 bahas arah ekonomi Indonesia satu dekade ke depan
23 September 2026 12:34 WIB
Menaker: Sebanyak 40.962 peserta lolos seleksi Magang Nasional 2026 Batch 2
23 September 2026 12:17 WIB