Pilkada Ngada butuh Rp30 miliar
Sabtu, 5 Oktober 2019 13:02 WIB
Bupati Ngada di Pulau Flores, Paulus Soliwoa. (ANTARA FOTO/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ngada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur mengalokasikan dana sebesar Rp30 miliar lebih untuk membiayai pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) di daerah itu pada tahun depan.
"Kami sudah mengalokasikan anggaran dari APBD II sebesar Rp30 miliar untuk membiaya kebutuhan Pilkada pada 2020," kata Bupati Ngada Paulus Soliwoa kepada ANTARA di Kantor Gubernur NTT di Kupang, Sabtu (5/10).
Kabupaten Ngada di Pulau Flores merupakan salah satu daerah dari 9 kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang akan menggelar Pilkada lanjutan pada tahun 2020.
Baca juga: Baru empat kabupaten di NTT tandatangani NPHD
Baca juga: 89 orang bakal calon kepala daerah melamar di Golkar NTT untuk Pilkada 2020
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada telah melakukan asistensi anggaran untuk pelaksanan pilkada 2020 yang dialokasikan untuk KPU, Bawaslu, maupun biaya pengamanan yang dilakukan TNI/Polri.
"Anggaran sudah kami siapkan sehingga untuk dukungan anggaran bagi pelaksanaan pilkada di Ngada tidak ada masalah," ujar mantan Wakil Bupati Ngada ini.
Bupati Paulus Soliwoa mengatakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) akan dilaksanakan di Bajawa, ibu Kota Kabupaten Ngada pada Jumat (4/10/2019) petang. "Kami sudah menandatangani NPHD dengan KPU serta Bawaslu dan aparat keamanan setempat," katanya.
Menurutnya, alokasi dana untuk KPU Ngada untuk membiayai berbagai kegiatan pilkada 2020 dialokasikan sekitar Rp20 miliar lebih sedangkan sisanya dialokasikan bagi instansi terkait dengan pelaksanaan pilkada 2020.
Baca juga: PDIP terima lamaran 69 bakal calon bupati dan wakil bupati se-NTT
Baca juga: Golkar segera finalisasi bakal calon kepala daerah untuk pilkada 2020
"Kami sudah mengalokasikan anggaran dari APBD II sebesar Rp30 miliar untuk membiaya kebutuhan Pilkada pada 2020," kata Bupati Ngada Paulus Soliwoa kepada ANTARA di Kantor Gubernur NTT di Kupang, Sabtu (5/10).
Kabupaten Ngada di Pulau Flores merupakan salah satu daerah dari 9 kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang akan menggelar Pilkada lanjutan pada tahun 2020.
Baca juga: Baru empat kabupaten di NTT tandatangani NPHD
Baca juga: 89 orang bakal calon kepala daerah melamar di Golkar NTT untuk Pilkada 2020
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngada telah melakukan asistensi anggaran untuk pelaksanan pilkada 2020 yang dialokasikan untuk KPU, Bawaslu, maupun biaya pengamanan yang dilakukan TNI/Polri.
"Anggaran sudah kami siapkan sehingga untuk dukungan anggaran bagi pelaksanaan pilkada di Ngada tidak ada masalah," ujar mantan Wakil Bupati Ngada ini.
Bupati Paulus Soliwoa mengatakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) akan dilaksanakan di Bajawa, ibu Kota Kabupaten Ngada pada Jumat (4/10/2019) petang. "Kami sudah menandatangani NPHD dengan KPU serta Bawaslu dan aparat keamanan setempat," katanya.
Menurutnya, alokasi dana untuk KPU Ngada untuk membiayai berbagai kegiatan pilkada 2020 dialokasikan sekitar Rp20 miliar lebih sedangkan sisanya dialokasikan bagi instansi terkait dengan pelaksanaan pilkada 2020.
Baca juga: PDIP terima lamaran 69 bakal calon bupati dan wakil bupati se-NTT
Baca juga: Golkar segera finalisasi bakal calon kepala daerah untuk pilkada 2020
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB