Menteri Puspayoga deklarasikan sekolah ramah anak di Kabupaten TTS
Kamis, 7 November 2019 10:28 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, membubuhkan tanda tangan pada banner deklarasi sekolah ramah anak di sekolah Yayasan Anugerah SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (7/11/2019). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Soe, NTT (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga ikut mendeklarasikan sekolah ramah anak tingkat TK-SMK yang dikelola Yayasan Anugerah SoE di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Hampir sepertiga waktu anak-anak itu ada di sekolah, itulah kenapa penting hadirnya sekolah ramah anak ini," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang dipusatkan di Halaman Sekolah Yayasan Anugerah SoE di ibu kota Kabupaten TTS, Kamis (7/11).
Menteri Bintang Puspayoga mengatakan, pentingnya kehadiran sekolah ramah anak karena setiap hari anak-anak menjalani waktu yang cukup banyak di lingkungan sekolah.
Dia menjelaskan, masih banyak praktik kekerasan terhadap anak serta berbagai hal yang harus dilindungi terkait kebutuhan anak-anak ketika berada di sekolah.
Untuk itu, lanjutnya, kehadiran sekolah ramah anak sebagai bagian komitmen untuk memastikan bahwa anak-anak bisa merasa bebas, terlindungi, dan terpenuhi hak-haknya. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menari bersama para pelajar di sekolah Yayasan Anugerah SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (7/11/2019), yang dideklarasikan sebagai sekolah ramah anak. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
"Di sekolah, anak-anak harus bisa merasa nyaman, kebersihan terjaga, harus indah, asri, inklusif, melalui program sekolah berbasis ramah anak ini," katanya.
Menteri Bintang Puspayoga berharap, deklarasi sekolah ramah anak yang pertama di TTS ini bisa memotivasi berbagai pihak di daerah lainnya di Tanah Air untuk melahirkan sekolah-sekolah berbasiskan pada perlindungan terhadap anak.
"Kita berharap sekolah seperti ini dilahirkan pula di berbagai kabupaten/kota lainnya, karena target kita Indonesia menuju negara ramah anak pada 2030 nanti," katanya.
Kegiatan deklarasi ditandai dengan pembacaan naskah berisi sejumlah poin komitmen mewujudkan sekolah ramah yang disaksikan Menteri Bintang Puspyoga bersama sejumlah deputi, Bupati TTS Epy Tahun, serta sejumlah jajaran pemerintah daerah.
Setelah pembacaan naskah deklarasi sekolah ramah anak, dilanjutkan dengan penandatangan bersama semua pihak sebagai bentuk komitmen mewujudkan sekolah yang ramah terhadap anak.* Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, memberikan keterangan kepada wartawan di Bandara El Tari Kupang, Rabu (6/11/2019), saat melakukan kunjungan kerja pertamanya ke Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
"Hampir sepertiga waktu anak-anak itu ada di sekolah, itulah kenapa penting hadirnya sekolah ramah anak ini," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang dipusatkan di Halaman Sekolah Yayasan Anugerah SoE di ibu kota Kabupaten TTS, Kamis (7/11).
Menteri Bintang Puspayoga mengatakan, pentingnya kehadiran sekolah ramah anak karena setiap hari anak-anak menjalani waktu yang cukup banyak di lingkungan sekolah.
Dia menjelaskan, masih banyak praktik kekerasan terhadap anak serta berbagai hal yang harus dilindungi terkait kebutuhan anak-anak ketika berada di sekolah.
Untuk itu, lanjutnya, kehadiran sekolah ramah anak sebagai bagian komitmen untuk memastikan bahwa anak-anak bisa merasa bebas, terlindungi, dan terpenuhi hak-haknya. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menari bersama para pelajar di sekolah Yayasan Anugerah SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (7/11/2019), yang dideklarasikan sebagai sekolah ramah anak. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
"Di sekolah, anak-anak harus bisa merasa nyaman, kebersihan terjaga, harus indah, asri, inklusif, melalui program sekolah berbasis ramah anak ini," katanya.
Menteri Bintang Puspayoga berharap, deklarasi sekolah ramah anak yang pertama di TTS ini bisa memotivasi berbagai pihak di daerah lainnya di Tanah Air untuk melahirkan sekolah-sekolah berbasiskan pada perlindungan terhadap anak.
"Kita berharap sekolah seperti ini dilahirkan pula di berbagai kabupaten/kota lainnya, karena target kita Indonesia menuju negara ramah anak pada 2030 nanti," katanya.
Kegiatan deklarasi ditandai dengan pembacaan naskah berisi sejumlah poin komitmen mewujudkan sekolah ramah yang disaksikan Menteri Bintang Puspyoga bersama sejumlah deputi, Bupati TTS Epy Tahun, serta sejumlah jajaran pemerintah daerah.
Setelah pembacaan naskah deklarasi sekolah ramah anak, dilanjutkan dengan penandatangan bersama semua pihak sebagai bentuk komitmen mewujudkan sekolah yang ramah terhadap anak.* Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, memberikan keterangan kepada wartawan di Bandara El Tari Kupang, Rabu (6/11/2019), saat melakukan kunjungan kerja pertamanya ke Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkop: Kopdes merah putih akan dilengkapi dengan pos pengaduan perempuan dan anak
01 April 2026 7:39 WIB
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB
KemenPPPA : Judi daring telah menjadi ancaman serius bagi keluarga & masa depan anak
23 December 2025 3:11 WIB
Kasus penculikan anak marak, Menteri PPPA minta peningkatan pengawasan anak
17 November 2025 16:10 WIB
Menteri PPPA: Kasus kekerasan seksual harus diselesaikan di pengadilan, bukan perdamaian
21 October 2025 12:06 WIB
MenPPPA sampaikan duka mendalam meninggalnya anak akibat perundungan antarpelajar
08 October 2025 12:23 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
MBG telah menjangkau 27 ribu SPPG dengan serapan anggaran capai Rp60 triliun
20 April 2026 14:00 WIB