Iliga (ANTARA) - Akibat ketiadaan sarana transportasi dan fasilitas angkutan darat ke Kecamatan Ilaga, Papua, membuat harga berbagai komoditas di wilayah Kabupaten Puncak itu menjadi serba mahal, bahkan harga satu zak semen mencapai Rp2 juta.

"Kehidupan di sini sangat mahal bahkan lima kali lipat dari Surabaya," kata Bupati Puncak Willem Wandik di Ilaga, Provinsi Papua, Sabtu (21/12).

Ia menjelaskan satu-satunya sarana transportasi yang bisa digunakan dari dan ke Ilaga untuk mengangkut penumpang dan barang hanyalah pesawat terbang.

"Ini yang membuat masyarakat Ilaga tidak bisa menikmati kehidupannya dengan bebas. Karena itu, kami terus mendorong pemerintah pusat untuk membangun jalan darat untuk membebaskan masyarakat Ilaga dari keterisolasian," katanya.

Ia menjelaskan masyarakat di Ilaga rata-rata bekerja sebagai petani, namun semua perlengkapan pertanian dan lain-lain hanya bisa didapatkan di daerah terdekat, dengan pesawat dari Kabupaten Timika.

Berdasarkan pantauan Antara, pesawat perintis lazim digunakan masyarakat sebagai transportasi umum. Geografis yang berbukit-bukit membuat jalan darat pun belum bisa dibangun, atau setidaknya membutuhkan anggaran yang besar untuk membangun.

Harga makanan tergolong tinggi, satu porsi mie instan bisa mencapai Rp30.000. Kemudian empat jerigen minyak goreng dihargai senilai Rp800.000.

Ubi adalah salah satu jenis produk pertanian yang paling banyak diproduksi. Kemudian untuk peternakan, masyarakat lokal mayoritas beternak babi.

Satu ekor babi besar dihargai senilai Rp30 juta. Ilaga merupakan ibu kota kabupaten tertinggi di Indonesia. Dengan daerah pegunungan tersebut, udara sehari-hari di Ilaga cukup dingin. Bahkan, kondisi suhu udara malam Ilaga bisa mencapai 7 derajat celcius.

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024