Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung
Sabtu, 15 April 2017 8:14 WIB
Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang sedang memimpin ibadat Jalan Salib pada peringatan Jumat Agung di Kupang, Jumat (14/4).
Kupang,14/4 (Antara) - Ribuan umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang mengikuti prosesi Jumat Agung di berbagai gereja yang tersebar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat.
Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Kupang dipimpin Uskup Agung Kupang Mgr.Petrus Turang, mulai berlangsung sejak pukul 15.00 wita hingga 18.00 wita.
Pelaksanaan proses peringatan Jumat Agung sudah mulai berlangsung sejak pagi pukul 09.00 Wita dengan proses jalan salib dilaksanakan di berbagai Gereja Katolik di Kota Kupang dihadiri ribuan umat, kemudian dilanjutkan dengan ibadah mengenang prosesi kematian Yesus Kristus mulai dari sengsara, wafat hingga kebangkitan.
Prosesi religus keagamaan yang berlangsung di Gereja Katedral Kupang diikuti ribuan umat Katolik di ibu kota Provinsi NTT itu.
Uskup Kupang, Mgr Petrus Turang dalam kotbahnya mengatakan, wafatnya Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
"Pengorbanan Yesus Kristus hingga wafat di kayu salib merupakan bukti kecintaan Yesus terhadap umat manusia," kata Uskup Turang.
Ia mengatakan, kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk mempersatukan semua orang dari berbagai latar belakang untuk mampu hidup bersahabat dengan sesama yang lainnya dalam bingkai kebhinekaan.
"Kita harus menjaga kebhinekaan ini tanpa membeda-bedakan latar belakang sesama kita," kata Turang.
Uskup Turang mengaku prihatin karena mulai terasa adanya pergeseren nilai kebersamaan dalam lingkungan keluarga. Setiap anggota keluarga mulai sibuk dengan rutinitasnya sendiri lalu mengabaikan kebersamaan dalam keluarga.
"Kebersamaan itu harus mulai dari ruangan makan. Namun sekarang ditempat makan anak-anak dan orang tua selalu sibuk main HP ketika saat makan bersama di meja makan. Kebiasaan seperti ini segera ditinggalkan karena akan mengangu kebersamaan dalam keluarga,"kata Uskup Turang.
Kegiatan perayaaan Jumat Agung di Kota Kupang berlangsung dalam pengamanan aparat Kepolisian, TNI, Satpol PP serta anggota remaja masjid Kota kupang.
Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Kupang dipimpin Uskup Agung Kupang Mgr.Petrus Turang, mulai berlangsung sejak pukul 15.00 wita hingga 18.00 wita.
Pelaksanaan proses peringatan Jumat Agung sudah mulai berlangsung sejak pagi pukul 09.00 Wita dengan proses jalan salib dilaksanakan di berbagai Gereja Katolik di Kota Kupang dihadiri ribuan umat, kemudian dilanjutkan dengan ibadah mengenang prosesi kematian Yesus Kristus mulai dari sengsara, wafat hingga kebangkitan.
Prosesi religus keagamaan yang berlangsung di Gereja Katedral Kupang diikuti ribuan umat Katolik di ibu kota Provinsi NTT itu.
Uskup Kupang, Mgr Petrus Turang dalam kotbahnya mengatakan, wafatnya Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
"Pengorbanan Yesus Kristus hingga wafat di kayu salib merupakan bukti kecintaan Yesus terhadap umat manusia," kata Uskup Turang.
Ia mengatakan, kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk mempersatukan semua orang dari berbagai latar belakang untuk mampu hidup bersahabat dengan sesama yang lainnya dalam bingkai kebhinekaan.
"Kita harus menjaga kebhinekaan ini tanpa membeda-bedakan latar belakang sesama kita," kata Turang.
Uskup Turang mengaku prihatin karena mulai terasa adanya pergeseren nilai kebersamaan dalam lingkungan keluarga. Setiap anggota keluarga mulai sibuk dengan rutinitasnya sendiri lalu mengabaikan kebersamaan dalam keluarga.
"Kebersamaan itu harus mulai dari ruangan makan. Namun sekarang ditempat makan anak-anak dan orang tua selalu sibuk main HP ketika saat makan bersama di meja makan. Kebiasaan seperti ini segera ditinggalkan karena akan mengangu kebersamaan dalam keluarga,"kata Uskup Turang.
Kegiatan perayaaan Jumat Agung di Kota Kupang berlangsung dalam pengamanan aparat Kepolisian, TNI, Satpol PP serta anggota remaja masjid Kota kupang.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejagung pelajari untuk tentukan langkah usai Tian Bahtiar dkk divonis bebas
04 March 2026 13:13 WIB
Ancam kenakan tarif lebih tinggi, Donald Trump sebut tidak perlu restu kongres
24 February 2026 2:49 WIB
Trump mengumumkan tarif impor global 10 persen seusai MA menolak tarif lama
21 February 2026 16:55 WIB
Kejagung: Beberapa Kajari diamankan karena tak profesional tangani perkara
27 January 2026 15:12 WIB