Kupang (ANTARA) - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Muhammad Ansor, meminta pemerintah untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, guna mempercepat pengoperasian alat tes polymerase chain reaction (PCR).

Percepatan pengoperasian PCR ini penting, untuk menunjang penanganan wabah virus corona jenis baru (COVID-19) di daerah ini, kata Muhammad Ansor kepada ANTARA di Kupang, Kamis (30/4).

Dia mengemukakan hal itu, usai bersama sejumlah anggota Komisi V DPRD NTT meninjau laboratorium untuk pemeriksaan "swab" dan rumah sakit penyangga Undana.

Menurut dia, peralatan laboratorium untuk pemeriksaan "swab" di RSUD W.Z. Prof. Johannes Kupang sudah tersedia dan dalam kondisi siap pakai, tetapi masih harus menunggu reagen.

Baca juga: Tangani COVID-19, NTT segera tambah alat PCR
Baca juga: Indonesia segera miliki PCR test kit COVID-19 bertransmisi lokal

"Tenaga medis juga sudah siap. Ada dua dokter patologi klinik dan enam perawat sudah standby dengan dukungan APD sesuai standar," katanya.

Berdasarkan keterangan pihak RSUD, jika laboratoriun ini beroperasi, maka dalam satu hari bisa memeriksa sampel hingga 90 sampel.

"Kapasitasnya satu hari bisa 90 lebih, tapi akan dibatasi cukup 48 sampel saja per hari. Berarti untuk 24 orang karena satu orang butuh dua sampel," katanya.

Dia berharap, laboratorim ini dapat mempercepat proses pemeriksaan sampel swab sehingga dalam waktu 1-2 hari sudah didapatkan hasilnya.

"Selama ini jika di kirim ke Jakarta atau Surabaya bisa memakan waktu dua minggu lebih," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere secara terpisah menjelaskan, saat ini sudah ada fasilitas PCR di rumah sakit milik pemerintah provinsi itu, dan para tenaga teknisi dari Jakarta sudah tiba pada Selasa (28/4) untuk melakukan uji coba fasilitas tersebut.

Saat ini pemerintah provinsi, tinggal menunggu beberapa reagen untuk mulai melakukan pemeriksaan sampel "swab" dalam mendiagnosa COVID-19.

"Mudah-mudahan di awal Mei tidak ada kendala sehingga kita bisa mulai lakukan pemeriksaan "swab"," katanya. 

 

Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2024