BMKG: Empat titik panas muncul di wilayah NTT
Selasa, 21 Juli 2020 10:07 WIB
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi empat titik panas tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 hingga 20 Juli 2020 dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen.
"Titik panas tersebut terdapat di Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah dan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur masing-masing satu titik dan Kecamatan Pembantu Pantar di Kabupaten Alor dua titik," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi di Kupang, Senin (20/7).
"Sebaran titik panas ini berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh LAPAN," katanya terkait peta sebaran titik panas di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
Baca juga: BMKG sebut titik panas di NTT dan Lampung akibat kemarau
Baca juga: BMKG pasang tiga alat peringatan dini gempa di Alor NTT Peta sebaran titik panas di NTT (ANTARA/BMKG)
Dia menjelaskan informasi sebaran titik panas (hotspot) merupakan indikator awal kebakaran lahan serta dapat dimanfaatkan dalam deteksi area terbakar.
"Citra satelit hanya menilai anomali suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas (hotspot), serta jumlah titik hotspot bukan berarti jumlah sebenarnya titik api/kebakaran," katanya.
"Artinya, titik panas (hotspot) bukan merupakan titik api (firespot), karena penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami pastikan," kata Agung Sudiono Abadi.
"Titik panas tersebut terdapat di Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah dan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur masing-masing satu titik dan Kecamatan Pembantu Pantar di Kabupaten Alor dua titik," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi di Kupang, Senin (20/7).
"Sebaran titik panas ini berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh LAPAN," katanya terkait peta sebaran titik panas di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.
Baca juga: BMKG sebut titik panas di NTT dan Lampung akibat kemarau
Baca juga: BMKG pasang tiga alat peringatan dini gempa di Alor NTT Peta sebaran titik panas di NTT (ANTARA/BMKG)
Dia menjelaskan informasi sebaran titik panas (hotspot) merupakan indikator awal kebakaran lahan serta dapat dimanfaatkan dalam deteksi area terbakar.
"Citra satelit hanya menilai anomali suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas (hotspot), serta jumlah titik hotspot bukan berarti jumlah sebenarnya titik api/kebakaran," katanya.
"Artinya, titik panas (hotspot) bukan merupakan titik api (firespot), karena penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami pastikan," kata Agung Sudiono Abadi.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai hujan petir banjir rob dan gelombang laut 4 meter pada Kamis
20 November 2025 12:25 WIB
BMKG: Waspadai potensi hujan petir, banjir rob-cuaca panas di sejumlah daerah
02 October 2025 12:51 WIB
BMKG: Suhu udara mencapai 37 derajat di sejumlah wilayah pada 22-29 September 2025
29 September 2025 14:45 WIB
BMKG imbau warga Manggarai Barat banyak minum air putih hadapi cuaca panas
23 September 2025 12:47 WIB
Pertamina raih penghargaan ENSIA 2025 berkat inovasi berbasis panas bumi
18 September 2025 15:09 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB