Petani Flores tak tertekan suasana COVID-19
Jumat, 16 Oktober 2020 13:28 WIB
Peneliti Sumber Daya pada BPTP NTT Tony Basuki sedang berada di salah satu areal persawahan di Manggarai, Flores. ANTARA/HO
Kupang (ANTARA) - Peneliti Sumber Daya pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr Tony Basuki mengatakan kehidupan para petani di bagian barat Pulau Flores tidak tertekan dengan suasana pandemi COVID-19.
"Saya sudah seminggu masih sedang berada di pedalaman Manggarai Flores bagian barat. Sambil melihat situasi di desa, rasanya petani masih dalam posisi semangat bertani. Tidak ada kesan petani yang hidup tertekan dengan suasana pandemi ini," kata Tony Basuki di Kupang, Kamis (15/10)
Ia dihubungi ANTARA melalui telepon genggam dari Kupang berkaitan dengan Hari Pangan Sedunia dan dampak COVID-19 terhadap kehidupan para petani di provinsi berbasis kepulauan itu.
Baca juga: Petani Kupang keluhkan saluran irigasi rusak
Baca juga: Pemprov bantu 62 traktor bagi petani NTT
Menurut dia, sampai saat ini tidak ada kesan para petani di pedalaman Pulau Flores bagian barat yang hidup tertekan dengan suasana pandemi COVID-19 ini.
"Karena itu, ketahanan pangan masyarakat desa tidak berpengaruh langsung dengan situasi ini," katanya.
"Ini berarti petani kita masih pada posisi giat bertani dalam menghasilkan panen," katanya.
Dia menambahkan, dengan melihat kondisi saat ini, khususnya petani padi, sebagian besar pertanamannya sudah fase pengisian, bahkan ada yang mulai siap-siap panen.
Hanya saja, tantangan petanì sampai saat ini adalah kekeringan, walaupun sebagian kecil wilayah sudah mulai turun hujan, kata Tony Basuki.
"Saya sudah seminggu masih sedang berada di pedalaman Manggarai Flores bagian barat. Sambil melihat situasi di desa, rasanya petani masih dalam posisi semangat bertani. Tidak ada kesan petani yang hidup tertekan dengan suasana pandemi ini," kata Tony Basuki di Kupang, Kamis (15/10)
Ia dihubungi ANTARA melalui telepon genggam dari Kupang berkaitan dengan Hari Pangan Sedunia dan dampak COVID-19 terhadap kehidupan para petani di provinsi berbasis kepulauan itu.
Baca juga: Petani Kupang keluhkan saluran irigasi rusak
Baca juga: Pemprov bantu 62 traktor bagi petani NTT
Menurut dia, sampai saat ini tidak ada kesan para petani di pedalaman Pulau Flores bagian barat yang hidup tertekan dengan suasana pandemi COVID-19 ini.
"Karena itu, ketahanan pangan masyarakat desa tidak berpengaruh langsung dengan situasi ini," katanya.
"Ini berarti petani kita masih pada posisi giat bertani dalam menghasilkan panen," katanya.
Dia menambahkan, dengan melihat kondisi saat ini, khususnya petani padi, sebagian besar pertanamannya sudah fase pengisian, bahkan ada yang mulai siap-siap panen.
Hanya saja, tantangan petanì sampai saat ini adalah kekeringan, walaupun sebagian kecil wilayah sudah mulai turun hujan, kata Tony Basuki.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan menteri pertanian China Tang Renjian divonis mati dengan penangguhan
30 September 2025 11:39 WIB
Sejumlah kepala daerah menyatakan dukungan percepatan hilirisasi perkebunan nasional
23 September 2025 6:08 WIB
Mendagri dorong revisi UU Pemerintah Daerah jadikan pertanian program wajib
22 September 2025 15:24 WIB
Kementan menggugat Tempo anggap tak tindak lanjuti rekomendasi Dewan Pers
17 September 2025 10:45 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
DJPb NTT mendorong UMKM lokal naik kelas melalui bazar dan akses permodalan
06 February 2026 17:21 WIB
KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus impor barang di Ditjen Bea Cukai
06 February 2026 7:11 WIB