Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang mencatat 3.081 kejadian gempa bumi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur selama Januari-Desember 2020.

"Dari 3.081 kejadian gempa bumi, terdapat 48 kejadian gempa bumi dirasakan di wilayah NTT dan sekitarnya," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang Robert Owen Wahyu dalam keterangan yang diterima di Kupang, Minggu, (3/1).

Ia menjelaskan kejadian gempa bumi selama 2020 didominasi gempa dangkal dengan kedalaman 60 km dengan magnitudo di bawah 4,0.

Aktivitas gempa bumi tertinggi di NTT terjadi selama Agustus 2020 yakni sebanyak 703 kali atau 7 persen dari total kejadian gempa bumi.

Ia menjelaskan wilayah NTT merupakan daerah rawan gempa bumi karena berada pada pertemuan dua lempeng tektonik yaitu Lempeng Indoaustralia dan Lempang Eurasia.

Untuk itu dalam berbagai kesempatan pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi maupun tsunami.

Sejumlah langkah yang perlu dilakukan masyarakat saat terjadi gempa bumi seperti menghindaei bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Selain itu, masyarakat perlu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.
Baca juga: BMKG catat 465 kali gempa susulan setelah gempa Sumba

Ia menambahkan dalam menghadapi kejadian gempa bumi, masyarakat juga perlu tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertannggungjawabkan kebenarannya terkait dampak gempa bumi.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024