IHSG diprediksi menguat terbatas
Senin, 10 Mei 2021 9:49 WIB
Seorang calon investor merekam dengan telepon seleluarnya data pada layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/1/2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc/aa. (ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan diprediksi menguat terbatas di tengah minimnya sentimen di pasar saham.
IHSG dibuka menguat 13,78 poin atau 0,23 persen ke posisi 5.942,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,62 poin atau 0,41 persen ke posisi 884,34.
"Minimnya sentimen dan pendeknya hari bursa pada pekan ini, IHSG berpeluang menguat terbatas pada rentang 5.917-5.950," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin, (10/5).
Bursa ekuitas AS ditutup menguat ke rekor tertinggi pada akhir perdagangan Jumat (7/5) lalu, seiring kekhawatiran prospek kenaikan suku bunga The Fed yang mereda.
Investor mencermati rilis data ketenagakerjaan, dimana Departemen Tenaga Kerja AS mencatat pertumbuhan pekerjaan secara tak terduga melambat pada April 2021.
Data ketenagakerjaan non pertanian periode April hanya naik 266.000, lebih rendah dari proyeksi sebesar 1 juta. Sementara, klaim pengangguran AS untuk pekan yang berakhir 1 Mei tercatat sebanyak 498.000, dengan rata-rata April tercatat sebanyak 560.000.
Tingkat pengangguran juga naik menjadi 6,1 persen pada bulan lalu, ditengah meningkatnya kekurangan lapangan pekerjaan.
Sejalan dengan AS, bursa ekuitas Eropa juga menguat ke level tertinggi seiring data ekonomi yang positif serta laporan keuangan emiten, menopang ekspektasi pemulihan ekonomi.
Penjualan ritel zona Euro tercatat naik 12 persen (yoy) dan 2,7 persen (mom) pada Maret. Sementara, pemesanan pabrik dan ekspor Jerman naik masing-masing 3 persen (mom) dan 1,2 persen (mom) pada Maret 2021.
Dari Asia, bursa ekuitas China memimpin pelemahan regional Asia, meski didukung oleh data ekonomi yang positif.
Baca juga: Emas melonjak lagi 15,6 dolar
PMI Jasa Caixin China tercatat ekpansif dan meningkat ke level 56,3 dari sebelumnya 54,3 pada April 2021. Sementara, neraca perdagangan April China tercatat surplus 42,8 miliar dolar AS, melonjak dari 13,8 miliar dolar AS pada Maret.
Baca juga: Dolar melemah secara luas
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 265,2 poin atau 0,9 persen ke 29.623, indeks Hang Seng naik 42,3 poin atau 0,15 persen ke 28.653, dan indeks Straits Times terkoreksi 0,96 poin atau 0,03 persen ke 3.199,3
IHSG dibuka menguat 13,78 poin atau 0,23 persen ke posisi 5.942,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,62 poin atau 0,41 persen ke posisi 884,34.
"Minimnya sentimen dan pendeknya hari bursa pada pekan ini, IHSG berpeluang menguat terbatas pada rentang 5.917-5.950," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin, (10/5).
Bursa ekuitas AS ditutup menguat ke rekor tertinggi pada akhir perdagangan Jumat (7/5) lalu, seiring kekhawatiran prospek kenaikan suku bunga The Fed yang mereda.
Investor mencermati rilis data ketenagakerjaan, dimana Departemen Tenaga Kerja AS mencatat pertumbuhan pekerjaan secara tak terduga melambat pada April 2021.
Data ketenagakerjaan non pertanian periode April hanya naik 266.000, lebih rendah dari proyeksi sebesar 1 juta. Sementara, klaim pengangguran AS untuk pekan yang berakhir 1 Mei tercatat sebanyak 498.000, dengan rata-rata April tercatat sebanyak 560.000.
Tingkat pengangguran juga naik menjadi 6,1 persen pada bulan lalu, ditengah meningkatnya kekurangan lapangan pekerjaan.
Sejalan dengan AS, bursa ekuitas Eropa juga menguat ke level tertinggi seiring data ekonomi yang positif serta laporan keuangan emiten, menopang ekspektasi pemulihan ekonomi.
Penjualan ritel zona Euro tercatat naik 12 persen (yoy) dan 2,7 persen (mom) pada Maret. Sementara, pemesanan pabrik dan ekspor Jerman naik masing-masing 3 persen (mom) dan 1,2 persen (mom) pada Maret 2021.
Dari Asia, bursa ekuitas China memimpin pelemahan regional Asia, meski didukung oleh data ekonomi yang positif.
Baca juga: Emas melonjak lagi 15,6 dolar
PMI Jasa Caixin China tercatat ekpansif dan meningkat ke level 56,3 dari sebelumnya 54,3 pada April 2021. Sementara, neraca perdagangan April China tercatat surplus 42,8 miliar dolar AS, melonjak dari 13,8 miliar dolar AS pada Maret.
Baca juga: Dolar melemah secara luas
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 265,2 poin atau 0,9 persen ke 29.623, indeks Hang Seng naik 42,3 poin atau 0,15 persen ke 28.653, dan indeks Straits Times terkoreksi 0,96 poin atau 0,03 persen ke 3.199,3
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu membidik penguatan rupiah semester II 2026 lewat sinergi fiskal-moneter
10 June 2026 13:20 WIB
Nilai tukar rupiah masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan domestik
02 June 2026 11:53 WIB
Presiden menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 12:46 WIB
Menkeu meyakini rupiah menguat seiring dana asing masuk pasar obligasi Indonesia
20 May 2026 8:49 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemkot Kupang menggandeng Bank Mandiri Taspen digitalisasi transaksi pasar
16 September 2026 14:05 WIB
Pemkot Kupang menggandeng Bank Mandiri Taspen digitalisasi transaksi pasar
16 September 2026 14:05 WIB
Menteri ESDM siapkan aturan distribusi pertalite-biosolar agar tepat sasaran
16 September 2026 13:04 WIB
Menteri Investasi: Tambahan anggaran di atas pagu indikatif untuk tiga prioritas
16 September 2026 12:55 WIB