Sinabung luncurkan abu vulkanik setinggi 2.500 meter
Senin, 10 Mei 2021 11:24 WIB
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi kolom 2.500 meter menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). ANTARA/HO-PVMBG
Medan (ANTARA) - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi kolom 2.500 meter menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Petugas PVMBG Muhammad Asrori mengatakan, erupsi Gunung Sinabung terjadi pada pukul 07.47 WIB.
Ia menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat.
"Erupsi terekam dengan amplitudo 115 mm dengan durasi 4 menit 6 detik," katanya.
Ia mengimbau warga maupun wisatawan untuk tidak mendekat atau memasuki zona bahaya Sinabung yang sudah direkomendasikan, karena aktivitas masih sangat tinggi dan dapat terjadi erupsi dan awan panas susulan kapan saja.
Ia juga meminta warga untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, guna menghindari dampak buruk yang ditimbulkan abu vulkanik seperti ISPA dan iritasi pada mata.
Baca juga: Lubang di puncak Ili Lewotolok ada sebelum erupsi 2020
Baca juga: Lewotolok kembali erupsi dengan ketinggian capai 1.500 meter
"Untuk status Gunung Sinabung masih berstatus siaga level III," katanya.
Petugas PVMBG Muhammad Asrori mengatakan, erupsi Gunung Sinabung terjadi pada pukul 07.47 WIB.
Ia menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat.
"Erupsi terekam dengan amplitudo 115 mm dengan durasi 4 menit 6 detik," katanya.
Ia mengimbau warga maupun wisatawan untuk tidak mendekat atau memasuki zona bahaya Sinabung yang sudah direkomendasikan, karena aktivitas masih sangat tinggi dan dapat terjadi erupsi dan awan panas susulan kapan saja.
Ia juga meminta warga untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, guna menghindari dampak buruk yang ditimbulkan abu vulkanik seperti ISPA dan iritasi pada mata.
Baca juga: Lubang di puncak Ili Lewotolok ada sebelum erupsi 2020
Baca juga: Lewotolok kembali erupsi dengan ketinggian capai 1.500 meter
"Untuk status Gunung Sinabung masih berstatus siaga level III," katanya.
Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Artikel - Pencak silat dan harapan baru olahraga NTT di level nasional
16 September 2024 6:32 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov NTT dan DPR RI perkuat koordinasi perlindungan PMI nonprosedural
24 September 2026 17:28 WIB
Kemnaker: Hampir 50 persen lulusan program Magang Nasional 2025 telah bekerja di perusahaan
23 September 2026 14:28 WIB
Kemendes mengusulkan pendirian dapur komunal dukung MBG di daerah tertinggal
23 September 2026 13:29 WIB
ANTARA menggelar ABF 2026 bahas arah ekonomi Indonesia satu dekade ke depan
23 September 2026 12:34 WIB
Menaker: Sebanyak 40.962 peserta lolos seleksi Magang Nasional 2026 Batch 2
23 September 2026 12:17 WIB