Euforia vaksin ikut memicu lonjalan kasus
Rabu, 23 Juni 2021 16:28 WIB
Tangkapan layar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu dalam acara webinar "Cegah Penularan Secara Tepat, PPKM Mikro Diperketat" yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 secara virtual di Jakarta, Rabu (23/6/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).
Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengemukakan euforia vaksinasi COVID-19 turut memicu lonjakan kasus penderita akibat SARS-CoV-2 itu di Indonesia.
"Ini euforia. Mungkin sudah divaksin dua dosis, yang menganggap, wah saya sudah divaksin (kebal), padahal potensi untuk tetap kena dan menularkan itu tetap ada," katanya, dalam acara webinar "Cegah Penularan Secara Tepat, PPKM Mikro Diperketat" yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 secara virtual dan dipantau di Jakarta, Rabu, (23/6).
Maxi mengatakan penyebab lain dari lonjakan kasus yang terjadi saat ini di Indonesia juga dipicu kemunculan varian baru SARS-CoV-2 jenis Delta yang diyakini menular secara cepat.
Maxi mengatakan sejumlah daerah yang mengalami lonjakan kasus tinggi COVID-19 juga dilaporkan lengah terhadap protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah dan pakar.
"Daerah tertentu agak sulit, sebab ada yang menganggap COVID-19 sudah tidak ada lagi," katanya.
Untuk itu Maxi mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat, khususnya tokoh agama, untuk terus mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya protokol kesehatan.
Baca juga: Presiden Jokowi harap DKI Jakarta capai kekebalan komunal bulan Agustus
"Edukasi penting melibatkan komponen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama. Timbulkan kembali kesadaran masyarakat dan bersabar ikuti protokol kesehatan agar terhindar dari pandemi," katanya.
Baca juga: Menko Marves minta Menkes tingkatkan vaksinasi hingga 1 juta per hari
"Ini euforia. Mungkin sudah divaksin dua dosis, yang menganggap, wah saya sudah divaksin (kebal), padahal potensi untuk tetap kena dan menularkan itu tetap ada," katanya, dalam acara webinar "Cegah Penularan Secara Tepat, PPKM Mikro Diperketat" yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 secara virtual dan dipantau di Jakarta, Rabu, (23/6).
Maxi mengatakan penyebab lain dari lonjakan kasus yang terjadi saat ini di Indonesia juga dipicu kemunculan varian baru SARS-CoV-2 jenis Delta yang diyakini menular secara cepat.
Maxi mengatakan sejumlah daerah yang mengalami lonjakan kasus tinggi COVID-19 juga dilaporkan lengah terhadap protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah dan pakar.
"Daerah tertentu agak sulit, sebab ada yang menganggap COVID-19 sudah tidak ada lagi," katanya.
Untuk itu Maxi mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat, khususnya tokoh agama, untuk terus mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya protokol kesehatan.
Baca juga: Presiden Jokowi harap DKI Jakarta capai kekebalan komunal bulan Agustus
"Edukasi penting melibatkan komponen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama. Timbulkan kembali kesadaran masyarakat dan bersabar ikuti protokol kesehatan agar terhindar dari pandemi," katanya.
Baca juga: Menko Marves minta Menkes tingkatkan vaksinasi hingga 1 juta per hari
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PBB serukan jeda kemanusiaan untuk memberikan vaksin polio kepada 640.000 anak
28 August 2024 10:17 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB