PSU Sabu Raijua dilaksanakan
Kamis, 8 Juli 2021 5:41 WIB
Sejumlah warga mengantre menunggu mencoblok surat suara, saat pelaksanaan PSU Pilkada Sabu Raijua. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 54.546 warga di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, antusias mengikuti pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Tahun 2020.
Wara Pejalati seorang warga yang ditemui di TPS 03 di Seba, Sabu Raijua, Rabu (7/7).mengaku bahwa ini kedua kali dirinya mengikuti pilkada untuk memilih bupati dan wakil bupati daerah ini.
"Sebagai warga negara yang baik ya harus datang dan luangkan waktu sedikit untuk mencoblos," katanya.
Baca juga: Polisi kawal ketat distribusi logistik PSU Sabu Raijua
Menurut Wara, sedikit pun dirinya tidak merasa terganggu atau membuang waktu untuk datang ke tempat pemungutan suara guna menyalurkan suara memilih bupati dan wakil bupati di Sabu Raijua.
Ia mengaku sudah cukup lama Kabupaten yang masuk dalam kawasan 3T itu tidak memiliki pemimpin defenitif. Masyarakat di kabupaten itu ibaratnya kehilangan orang tua karena tak ada bupati dan wakil bupati.
Wara berharap tidak ada lagi PSU di kabupaten itu. Semoga dengan PSU ini mendapatkan pemimpin yang bisa membangun Sabu Raijua ke depan.
Baca juga: Kapolda: Pelaksanaan PSU di Sabu Raijua sesuai prokes
Zona Bunga optimistis PSU akan berjalan aman damai, apalagi aparat keamanan dikerahkan ke daerah ini untuk mengawasi dan mengamankan PSU.
"Sebagai rakyat kita harapkan agar berjalan aman dan muncul pemimpin baru yang dapat membangun daerah ini," ujar dia.
Untuk diketahui Daftar Pemilih Tetap PSU Sabu Raijua mencapai 54.546. Jumlah itu terdiri atas 27.932 pemilih laki-laki dan 26.614 pemilih perempuan
Para pemilih tersebar di enam kecamatan, 63 desa atau kelurahan, dan 180 TPS.
Wara Pejalati seorang warga yang ditemui di TPS 03 di Seba, Sabu Raijua, Rabu (7/7).mengaku bahwa ini kedua kali dirinya mengikuti pilkada untuk memilih bupati dan wakil bupati daerah ini.
"Sebagai warga negara yang baik ya harus datang dan luangkan waktu sedikit untuk mencoblos," katanya.
Baca juga: Polisi kawal ketat distribusi logistik PSU Sabu Raijua
Menurut Wara, sedikit pun dirinya tidak merasa terganggu atau membuang waktu untuk datang ke tempat pemungutan suara guna menyalurkan suara memilih bupati dan wakil bupati di Sabu Raijua.
Ia mengaku sudah cukup lama Kabupaten yang masuk dalam kawasan 3T itu tidak memiliki pemimpin defenitif. Masyarakat di kabupaten itu ibaratnya kehilangan orang tua karena tak ada bupati dan wakil bupati.
Wara berharap tidak ada lagi PSU di kabupaten itu. Semoga dengan PSU ini mendapatkan pemimpin yang bisa membangun Sabu Raijua ke depan.
Baca juga: Kapolda: Pelaksanaan PSU di Sabu Raijua sesuai prokes
Zona Bunga optimistis PSU akan berjalan aman damai, apalagi aparat keamanan dikerahkan ke daerah ini untuk mengawasi dan mengamankan PSU.
"Sebagai rakyat kita harapkan agar berjalan aman dan muncul pemimpin baru yang dapat membangun daerah ini," ujar dia.
Untuk diketahui Daftar Pemilih Tetap PSU Sabu Raijua mencapai 54.546. Jumlah itu terdiri atas 27.932 pemilih laki-laki dan 26.614 pemilih perempuan
Para pemilih tersebar di enam kecamatan, 63 desa atau kelurahan, dan 180 TPS.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB