Harga minyak turun karena kekhawatiran permintaan berlanjut
Rabu, 18 Agustus 2021 6:03 WIB
Ilustrasi - Miniatur pompa sumur minyak cetak 3D terlihat di depan grafik stok yang ditampilkan dan logo OPEC (14/4/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/aa.
New York (ANTARA) - Harga minyak turun pada Selasa (17/8/2021) karena investor khawatir bahwa penyebaran cepat varian Delta dari COVID-19 akan memperlambat pemulihan permintaan.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September kehilangan 70 sen menjadi menetap di 66,59 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara, jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun 48 sen menjadi ditutup pada 69,03 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
"Kekhawatiran tentang permintaan karena penyebaran global varian Delta terus menghalangi harga yang lebih tinggi," Carsten Fritsch, analis energi Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada Selasa, dikutip dari Xinhua.
Baca juga: Harga minyak dunia merosot di tengah kekhawatiran permintaan
Investor juga menunggu data resmi stok minyak mentah AS karena Administrasi Informasi Energi (EIA) akan merilis laporan status minyak mingguannya pada Rabu ini.
Baca juga: Minyak merosot seiring kekhawatiran permintaan terus berlanjut
Analis yang disurvei S&P Global Platts memperkirakan persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 3,1 juta barel untuk pekan yang berakhir 13 Agustus 2021.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September kehilangan 70 sen menjadi menetap di 66,59 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara, jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun 48 sen menjadi ditutup pada 69,03 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
"Kekhawatiran tentang permintaan karena penyebaran global varian Delta terus menghalangi harga yang lebih tinggi," Carsten Fritsch, analis energi Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada Selasa, dikutip dari Xinhua.
Baca juga: Harga minyak dunia merosot di tengah kekhawatiran permintaan
Investor juga menunggu data resmi stok minyak mentah AS karena Administrasi Informasi Energi (EIA) akan merilis laporan status minyak mingguannya pada Rabu ini.
Baca juga: Minyak merosot seiring kekhawatiran permintaan terus berlanjut
Analis yang disurvei S&P Global Platts memperkirakan persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 3,1 juta barel untuk pekan yang berakhir 13 Agustus 2021.
Pewarta : Kelik Dewanto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Ahok akan menyampaikan apa adanya saat bersaksi di sidang kasus korupsi minyak
27 January 2026 13:48 WIB
Pertamina: Konsumsi minyak tanah di NTT naik 22 persen selama Natal-Tahun Baru
22 January 2026 13:31 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Satgas saber pangan NTT menegur pedagang yamg menjual Minyakita di atas HET
20 February 2026 2:57 WIB
DJPb: Alokasi pagu anggaran infrastruktur NTT pada 2026 mencapai Rp1,61 triliun
19 February 2026 21:30 WIB