Italia tetap berharap KTT G20 digelar bahas Afghanistan
Jumat, 3 September 2021 9:55 WIB
PM Italia Mario Draghi. (ANTARA/Reuters)
Roma (ANTARA) - Italia masih berharap untuk mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) kelompok 20 negara ekonomi utama (G20) khusus untuk membahas situasi Afghanistan, kata Perdana Menteri Mario Draghi, Kamis (2/9).
Italia ingin KTT G20 itu diadakan meskipun belum ada negara yang menyusun strategi menghadapi Taliban.
Italia, yang memegang kursi kepresidenan G20 bergilir untuk tahun ini, sebelumnya telah mengisyaratkan akan mengadakan pertemuan G20 sekali pada pertengahan September.
Draghi mengatakan dia membahas krisis di Afghanistan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis malam dan dengan Presiden China Xi Jinping pada pekan depan.
Namun, setiap pertemuan G20 tidak akan diadakan sebelum sidang PBB bulan ini yang berakhir pada 30 September, kata Draghi.
"Tidak ada negara yang bisa mengklaim memiliki strategi yang jelas pada tahap ini ... tidak ada yang memiliki peta jalan," ujar Draghi dalam konferensi pers.
Mantan kepala Bank Sentral Eropa itu mengatakan negara-negara Uni Eropa harus melakukan upaya yang lebih baik dalam menghadapi masalah migrasi.
Dia mengkritik negara-negara anggota yang menolak untuk menerima lebih banyak pengungsi Afghanistan.
"Uni Eropa...masih tidak mampu menangani krisis seperti itu...beberapa negara sudah mengatakan mereka tidak menginginkan warga Afghanistan. Bagaimana Anda bisa melakukannya?" kata Draghi.
Baca juga: Amerika Serikat serang militan ISIS di Kabul
Baca juga: Meksiko terima lebih banyak jurnalis dan keluarga dari Afghanistan
Austria, di mana lebih dari 40.000 warga Afghanistan mengungsi, telah menegaskan tidak akan menerima pengungsi lagi.
Sementara Hongaria, yang bersikap keras terhadap imigrasi, telah menolak rencana untuk mengakomodasi sejumlah besar pengungsi Afghanistan. (Antara/Reuters)
Italia ingin KTT G20 itu diadakan meskipun belum ada negara yang menyusun strategi menghadapi Taliban.
Italia, yang memegang kursi kepresidenan G20 bergilir untuk tahun ini, sebelumnya telah mengisyaratkan akan mengadakan pertemuan G20 sekali pada pertengahan September.
Draghi mengatakan dia membahas krisis di Afghanistan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis malam dan dengan Presiden China Xi Jinping pada pekan depan.
Namun, setiap pertemuan G20 tidak akan diadakan sebelum sidang PBB bulan ini yang berakhir pada 30 September, kata Draghi.
"Tidak ada negara yang bisa mengklaim memiliki strategi yang jelas pada tahap ini ... tidak ada yang memiliki peta jalan," ujar Draghi dalam konferensi pers.
Mantan kepala Bank Sentral Eropa itu mengatakan negara-negara Uni Eropa harus melakukan upaya yang lebih baik dalam menghadapi masalah migrasi.
Dia mengkritik negara-negara anggota yang menolak untuk menerima lebih banyak pengungsi Afghanistan.
"Uni Eropa...masih tidak mampu menangani krisis seperti itu...beberapa negara sudah mengatakan mereka tidak menginginkan warga Afghanistan. Bagaimana Anda bisa melakukannya?" kata Draghi.
Baca juga: Amerika Serikat serang militan ISIS di Kabul
Baca juga: Meksiko terima lebih banyak jurnalis dan keluarga dari Afghanistan
Austria, di mana lebih dari 40.000 warga Afghanistan mengungsi, telah menegaskan tidak akan menerima pengungsi lagi.
Sementara Hongaria, yang bersikap keras terhadap imigrasi, telah menolak rencana untuk mengakomodasi sejumlah besar pengungsi Afghanistan. (Antara/Reuters)
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Pengungsi Afghanistan tewas dalam serangan teroris di Kabul
12 December 2024 14:05 WIB, 2024
PemerintahTaliban bantah klaim PBB terkait teroris muncul agi di Afghanistan
28 August 2023 12:29 WIB, 2023
Penghapusan pendidikan bagi perempuan di Afghanistan diskriminatif, kata PBB
22 March 2023 6:51 WIB, 2023
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Afghanistan menewaskan 19 orang
30 September 2022 18:39 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB
Soal Greenland: Uni Eropa menegaskan kedaulatan bukan untuk diperdagangkan
21 January 2026 12:10 WIB