Narkoba di NTT mulai turun
Rabu, 14 Maret 2018 15:40 WIB
Dirnarkoba Polda NTT Kombes Pol Viktor Sihombing (tengah) menunjuk sejumlah barang bukti berupa dua paket shabu dari sebuah hasil operasi di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur mengklaim bahwa kasus narkoba di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini mulai menurun pascapengagalan masuknya satu ton narkoba jenis Sabu di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini.
"Setelah adanya pengungkapan besar-besaran kasus narkoba di Batam serta pulau Jawa, terasa sekali dampaknya di daerah kita NTT ini. Kasus narkoba mulai turun," kata Direktur Narkoba Polda NTT Kombes Pol Viktor Sihombing kepada Antara di Kupang, Rabu. Anggota Kepolisian Ditresnarkoba Polda NTT mengiring pasangan kekasih asal Makassar yang ditangkap sebelum mengedarkan narkoba di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. (Foto ANTARA/Kornelis Kaha) Hal ini menurutnya terbukti mulai dari akhir Februari sampai pertengah Maret 2018 belum ditemukan lagi adanya kasus peredaran narkoba jenis shabu di provinsi berbasis kepulauan itu.
Sebab, selama Januari 2018 hampir dalam bulan tersebut ada dua sampai tiga kasus narkoba diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Pulau Flores.
Baca juga: Narkoba senjata perang modern yang menakutkan
Sedang, pada Februari ada kurang lebih tiga kasus yang berhasil diungkap di Kota Maumere yang dipasok dari Makassar, Sulawesi Selatan.
"Untuk 2018 ini ada kurang lebih enam kasus yang kami tanggani. Tapi bersyukur sampai dengan Maret ini belum ada lagi kasus narkoba di NTT yang kami ungkap," katanya.
Ia berharap agar peredaran narkoba di NTT semakin berkurang. "Kami bekerja sama dengan intansi terkait untuk terus mengawasi daerah-daerah di NTT yang rawan masuknya narkoba," katanya.
Menurut dia, salah satu daerah rawan narkoba di NTT adalah kota Maumere, mungkin karena adanya jalur perdagangan langsung melalui laut dengan Makassar sehingga memudahkan para bandar untuk memasarkan barang haram tersebut.
Baca juga: 32.000 warga NTT pengguna narkoba
Dilihat dari jumlahnya pada tahun 2017, ada kurang lebih 15 kasus yang sudah ditangani oleh pihak Polda NTT.
Viktor Sihombing mengatakan bahwa jika pencegahan tidak dilakukan mulai saat ini kasus narkoba di NTT pada 2018 akan mengalami peningkatan.
Hal ini terindikasi dengan terungkapnya enam kasus narkoba di kota Maumere yang dipasok dari Surabaya, Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan.
"Setelah adanya pengungkapan besar-besaran kasus narkoba di Batam serta pulau Jawa, terasa sekali dampaknya di daerah kita NTT ini. Kasus narkoba mulai turun," kata Direktur Narkoba Polda NTT Kombes Pol Viktor Sihombing kepada Antara di Kupang, Rabu. Anggota Kepolisian Ditresnarkoba Polda NTT mengiring pasangan kekasih asal Makassar yang ditangkap sebelum mengedarkan narkoba di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. (Foto ANTARA/Kornelis Kaha) Hal ini menurutnya terbukti mulai dari akhir Februari sampai pertengah Maret 2018 belum ditemukan lagi adanya kasus peredaran narkoba jenis shabu di provinsi berbasis kepulauan itu.
Sebab, selama Januari 2018 hampir dalam bulan tersebut ada dua sampai tiga kasus narkoba diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Pulau Flores.
Baca juga: Narkoba senjata perang modern yang menakutkan
Sedang, pada Februari ada kurang lebih tiga kasus yang berhasil diungkap di Kota Maumere yang dipasok dari Makassar, Sulawesi Selatan.
"Untuk 2018 ini ada kurang lebih enam kasus yang kami tanggani. Tapi bersyukur sampai dengan Maret ini belum ada lagi kasus narkoba di NTT yang kami ungkap," katanya.
Ia berharap agar peredaran narkoba di NTT semakin berkurang. "Kami bekerja sama dengan intansi terkait untuk terus mengawasi daerah-daerah di NTT yang rawan masuknya narkoba," katanya.
Menurut dia, salah satu daerah rawan narkoba di NTT adalah kota Maumere, mungkin karena adanya jalur perdagangan langsung melalui laut dengan Makassar sehingga memudahkan para bandar untuk memasarkan barang haram tersebut.
Baca juga: 32.000 warga NTT pengguna narkoba
Dilihat dari jumlahnya pada tahun 2017, ada kurang lebih 15 kasus yang sudah ditangani oleh pihak Polda NTT.
Viktor Sihombing mengatakan bahwa jika pencegahan tidak dilakukan mulai saat ini kasus narkoba di NTT pada 2018 akan mengalami peningkatan.
Hal ini terindikasi dengan terungkapnya enam kasus narkoba di kota Maumere yang dipasok dari Surabaya, Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bareskrim Polri mengamankan 207.529 ekstasi dalam kasus narkoba dibuang di tol
24 November 2025 13:31 WIB
Presiden Prabowo menghadiri pemusnahan 214 ton narkoba senilai Rp29 triliun
29 October 2025 14:19 WIB
Polda Metro Jaya menyita 1,14 ton narkoba senilai Rp1,13 triliun dalam tiga bulan
30 September 2025 12:11 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Polisi membenarkan ada dua laporan terhadap Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin
29 January 2026 10:42 WIB