10 anggota FARC tewas dalam operasi militer Kolombia
Selasa, 28 September 2021 7:50 WIB
Arsip - Polisi bersiap untuk menyerang tambang emas ilegal milik kelompok bersenjata di dekat Tumaco, Kolombia, 2018. (ANTARA/Reuters/as)
Bogota (ANTARA) - Sedikitnya 10 anggota kelompok Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) tewas dalam pengeboman oleh tentara di hutan tenggara Kolombia, menurut pemimpin militer, Senin (27/9).
Kendati FARC telah menandatangani perjanjian damai pada 2016 dan mayoritas anggotanya telah didemobilisasi, namun sejumlah mantan petempur menolak perjanjian tersebut.
Mereka terus memerangi pemerintah yang menuding mereka melakukan penambangan ilegal, produksi narkoba dan kejahatan lainnya.
Pengeboman oleh militer terjadi di sebuah perdesaan di Kota Morichal Nuevo, Provinsi Guainia. Lokasi itu menjadi lahan utama untuk budi daya koka, yakni bahan dasar kokaina.
Baca juga: Kelompok bersenjata Kolombia tangkap 8 tentara OPEC
"Saat ini kami mencatat, sebagian, korban tewas selama operasi militer yaitu sepuluh bandit dari organisasi ini dan penyitaan material penting," kata kepala Angkatan Bersenjata Jenderal Luis Fernando Navarro melalui video.
Baca juga: AS dan Kolombia kirim agen selidiki pembunuhan presiden Haiti
Sumber keamanan memperkirakan bahwa kelompok pembangkang - yang terkadang bersaing dengan gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan geng-geng kriminal - berjumlah 2.500 anggota. (Antara/Reuters)
Kendati FARC telah menandatangani perjanjian damai pada 2016 dan mayoritas anggotanya telah didemobilisasi, namun sejumlah mantan petempur menolak perjanjian tersebut.
Mereka terus memerangi pemerintah yang menuding mereka melakukan penambangan ilegal, produksi narkoba dan kejahatan lainnya.
Pengeboman oleh militer terjadi di sebuah perdesaan di Kota Morichal Nuevo, Provinsi Guainia. Lokasi itu menjadi lahan utama untuk budi daya koka, yakni bahan dasar kokaina.
Baca juga: Kelompok bersenjata Kolombia tangkap 8 tentara OPEC
"Saat ini kami mencatat, sebagian, korban tewas selama operasi militer yaitu sepuluh bandit dari organisasi ini dan penyitaan material penting," kata kepala Angkatan Bersenjata Jenderal Luis Fernando Navarro melalui video.
Baca juga: AS dan Kolombia kirim agen selidiki pembunuhan presiden Haiti
Sumber keamanan memperkirakan bahwa kelompok pembangkang - yang terkadang bersaing dengan gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan geng-geng kriminal - berjumlah 2.500 anggota. (Antara/Reuters)
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia dan Rusia soroti ketegangan Timur Tengah akibat aksi militer AS-Israel
14 May 2026 13:59 WIB
Yusril Ihza Mahendra: Sidang kasus Andrie Yunus harus tunjukkan integritas hukum
11 May 2026 12:41 WIB
Empat personel TNI didakwa menyiram Andrie Yunus dengan air keras untuk beri "efek jera"
29 April 2026 12:52 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Indonesia dan Rusia soroti ketegangan Timur Tengah akibat aksi militer AS-Israel
14 May 2026 13:59 WIB
Xi Jinping ke Trump: AS-China bisa bentrok jika isu Taiwan tak tepat ditangani
14 May 2026 13:55 WIB