Ada tekanan rendah di utara Australia
Rabu, 4 April 2018 13:55 WIB
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo (ANTARA Foto/ist).
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang menyebutkan hujan deras yang terjadi di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur dalam dua hari terakhir ini akibat adanya pola tekanan rendah yang sedang tumbuh di utara Australia.
"NTT sedang memasuki masa peralihan sehingga memang ada hujan, tetapi hujan yang terjadi selama dua hari terakhir ini karena adanya pola tekanan rendah yang sedang tumbuh di utara Australia," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Rabu (4/4).
Ia mengatakan pola tekanan rendah di utara Australia itulah yang memicu terjadi hujan pada beberapa wilayah NTT antara lain di daratan Pulau Timor, Sabu, Rote, dan Sumba.
Berdasarkan catatan BMKG, kata dia lagi, pada Selasa (3/4) siang terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai petir dan angin kencang di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Utara, Belu, Malaka, Rote, Sabu dan sekitarnya.
Baca juga: NTT diambang musim kemarau
Baca juga: BMKG: Waspadai puting beliung selama musim pancaroba Sejumlah warga antre mendapatkan air bersih di sebuah kran saluran air di Waewole, Watunggene, Kota Komba, Manggarai Timur, NTT. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)
Dia menambahkan, saat ini sebagia besar daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah memasuki masa pancaroba atau masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.
Kondisi ini ditandai dengan udara terasa panas, arah angin tidak teratur, dan kadang turun hujan yang terjadi dalam waktu singkat dan sangat lebat (hujan sporadis), disertai angin kencang dan petir.
Durasi hujan, kata dia, berlangsung antara 30 menit hingga 1 jam. Selama pancaroba, hujan tidak merata atau sifatnya lokal. Potensi hujan terjadi pada siang atau sore hari menjelang malam.
"NTT sedang memasuki masa peralihan sehingga memang ada hujan, tetapi hujan yang terjadi selama dua hari terakhir ini karena adanya pola tekanan rendah yang sedang tumbuh di utara Australia," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Rabu (4/4).
Ia mengatakan pola tekanan rendah di utara Australia itulah yang memicu terjadi hujan pada beberapa wilayah NTT antara lain di daratan Pulau Timor, Sabu, Rote, dan Sumba.
Berdasarkan catatan BMKG, kata dia lagi, pada Selasa (3/4) siang terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai petir dan angin kencang di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Utara, Belu, Malaka, Rote, Sabu dan sekitarnya.
Baca juga: NTT diambang musim kemarau
Baca juga: BMKG: Waspadai puting beliung selama musim pancaroba Sejumlah warga antre mendapatkan air bersih di sebuah kran saluran air di Waewole, Watunggene, Kota Komba, Manggarai Timur, NTT. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)
Dia menambahkan, saat ini sebagia besar daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah memasuki masa pancaroba atau masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.
Kondisi ini ditandai dengan udara terasa panas, arah angin tidak teratur, dan kadang turun hujan yang terjadi dalam waktu singkat dan sangat lebat (hujan sporadis), disertai angin kencang dan petir.
Durasi hujan, kata dia, berlangsung antara 30 menit hingga 1 jam. Selama pancaroba, hujan tidak merata atau sifatnya lokal. Potensi hujan terjadi pada siang atau sore hari menjelang malam.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG' Waspadai hujan lebat hingga ekstrem di sebagian besar Indonesia pada Jumat
23 January 2026 7:13 WIB
BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT
21 January 2026 11:55 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB