Ketua Dpd Minta Kader Demokrat NTT Tetap Solid Jaga Kekompakan
Jumat, 15 Oktober 2021 8:26 WIB
Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) Jefri Riwu Kore (ANTARA/HO ISTIMEWA)
Kupang (ANTARA) - Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) Jefri Riwu Kore meminta para kader Partai Demokrat NTT untuk tetap solid menjaga kekompakan.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah Musyawarah Daerah (Musda) adalah hal biasa dan lumrah terjadi.
“Saya meminta, mari kita ikuti Musda ini dengan niat tulus dan ikhlas, dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih. Apapun hasil Musda ini mari kita terima dengan lapang dada. Pada hakikatnya kita adalah satu. Kita adalah keluarga besar Partai Demokrat,” tegas Jefri. di Kupang, Jumat (15/10).
Jefri menyampaikan, syukur bahwa Partai Demokrat masih tetap menjadi partai yang kritis, sehingga mendapat tempat di hati rakyat.
“Oleh karenanya mendapat tempat di hati rakyat sebagai partai besar yang peduli dan terus berbuat untuk rakyat,” kata mantan Anggota DPR RI due periode ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda IV, Stefanus Mira Manggi menjelaskan, kesiapan panitia menyongsong pelaksanaan musda sudah 90 persen.
Baca juga: Partai Demokrat NTT gelar musyawarah daerah ke-4
“Secara keseluruhan panitia sudah bekerja maksimal dan persiapan sudah matang tingggal pelaksanaan musda besok,” ungkapnya.
Diakuinya, kepanitiaan telah bekerja sesuai tupoksinya masing-masing dan pelaksanaan musda akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga: Survei New Indonesia: Demokrat geser Golkar
“Kita sudah berkoordinasi dengan tim gugus Covid-19 dan dinas Kesehatan Kota Kupang untuk membantu pelaksanaan musda dengan melakukan Rapid Test Antigen untuk setiap peserta Musda,” tandasnya.
Sebagai pelaksana Musda, kata Stef, Musda ini bukan akhir bagi pengurus dan kader Demokrat karena itu tetap jaga rumah bersama Demokrat. Menurutnya pertarungan sesungguhnya ada di 2024.
“Kami panitia mengharapkan semua kader dan pengurus yang mendukung calon A dan B sebagai kandidat ketua DPD Demokrat harus tahan diri dan colingdown dan mari sama-sama dukung panitia dalam menyukseskan musda,” kata Jefri.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah Musyawarah Daerah (Musda) adalah hal biasa dan lumrah terjadi.
“Saya meminta, mari kita ikuti Musda ini dengan niat tulus dan ikhlas, dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih. Apapun hasil Musda ini mari kita terima dengan lapang dada. Pada hakikatnya kita adalah satu. Kita adalah keluarga besar Partai Demokrat,” tegas Jefri. di Kupang, Jumat (15/10).
Jefri menyampaikan, syukur bahwa Partai Demokrat masih tetap menjadi partai yang kritis, sehingga mendapat tempat di hati rakyat.
“Oleh karenanya mendapat tempat di hati rakyat sebagai partai besar yang peduli dan terus berbuat untuk rakyat,” kata mantan Anggota DPR RI due periode ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda IV, Stefanus Mira Manggi menjelaskan, kesiapan panitia menyongsong pelaksanaan musda sudah 90 persen.
Baca juga: Partai Demokrat NTT gelar musyawarah daerah ke-4
“Secara keseluruhan panitia sudah bekerja maksimal dan persiapan sudah matang tingggal pelaksanaan musda besok,” ungkapnya.
Diakuinya, kepanitiaan telah bekerja sesuai tupoksinya masing-masing dan pelaksanaan musda akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga: Survei New Indonesia: Demokrat geser Golkar
“Kita sudah berkoordinasi dengan tim gugus Covid-19 dan dinas Kesehatan Kota Kupang untuk membantu pelaksanaan musda dengan melakukan Rapid Test Antigen untuk setiap peserta Musda,” tandasnya.
Sebagai pelaksana Musda, kata Stef, Musda ini bukan akhir bagi pengurus dan kader Demokrat karena itu tetap jaga rumah bersama Demokrat. Menurutnya pertarungan sesungguhnya ada di 2024.
“Kami panitia mengharapkan semua kader dan pengurus yang mendukung calon A dan B sebagai kandidat ketua DPD Demokrat harus tahan diri dan colingdown dan mari sama-sama dukung panitia dalam menyukseskan musda,” kata Jefri.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Sidang kode etik Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik akan digelar Kamis depan
16 February 2026 7:42 WIB
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
KPK mendalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
15 February 2026 11:01 WIB
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB