Kupang (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat kontingen NTT meraih sebanyak 24 medali dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

"NTT mendapatkan lima medali emas, 10 perak dan sembilan perunggu pada PON Papua," kata Ketua Umum KONI NTT Andre Kore saat dihubungi dari Kupang, Sabtu, (16/10).

Ia menjelaskan dalam ajang PON Papua, NTT mengirim sebanyak 89 atlet untuk bertanding di 12 cabang olahraga, dari total 37 cabang olahraga yang dipertandingkan, dan finis di peringkat 19. 

Menurut dia, perolehan medali untuk NTT kali ini masih cukup baik dibandingkan dengan PON XIX Jawa Barat.

Ia mengatakan meskipun perolehan medali emas kali ini menurun dibandingkan dengan di PON Jawa Barat, yakni sebanyak tujuh emas, namun jumlah medali perak meningkat dari sebelumnya tujuh medali.

"Artinya, medali perak ini tinggal selangkah lagi, berbeda sedikit angka saja, bisa meraih emas, sehingga dari sisi kualitas kita meningkat di PON Papua ini," ujar Andre.

Ia menyebutkan beberapa cabang olahraga yang sebelumnya tidak diunggulkan namun ternyata meraih medali emas, di antaranya muaythai, pencak silat dan tarung derajat.

Cabang olahraga beregu atau tim dari kriket, sambung dia, juga menunjukkan kemajuan positif dengan perolehan medali perak, dari medali perunggu pada PON sebelumnya. 

Untuk itu, ia pun menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi perjuangan para atlet bersama tim ofisial atas usaha mereka mengharumkan nama NTT di PON Papua.

"Terutama untuk para atlet, kita harus angkat topi buat mereka karena sudah memberi dari segalah yang mereka punya dengan kondisi keterbatasan yang ada," ungkap Andre. 

Ia menambahkan prestasi yang diraih itu uga merupakan hasil kerja kolektif dan kolaboratif antara atlet, pelatih, pengurus olahraga dan pemerintah daerah. 

Baca juga: PON Papua - Tuan rumah sabet emas pertama tinju setelah kalahkan NTT

Baca juga: PON Papua hari ini perebutkan 72 emas dari 12 cabor
 

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024