Imigrasi terkendala peralatan di LTSA
Kamis, 19 April 2018 13:04 WIB
Kepala Dinas Nakertrans NTT Bruno Kupok (ANTARA Foto/dok)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Naketrans) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bruno Kupok mengemukakan peran Kantor Imigrasi di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) ketenagakerjaan di Kupang belum optimal karena terkendala peralatan.
"Pihak Imigrasi menyatakan siap bergabung dalam LTSA ini tapi peran belum optimal karena kesulitan peralatan mereka yang membutuhkan biaya sekitar Rp1,7 miliar," kata Bruno Kupok di Kupang, Kamis (19/4).
Ia mengatakan, kehadiran LTSA ketenagakerjaan menjadi salah satu solusi utama penanganan masalah TKI ilegal yang marak terjadi di Nusa Tenggara Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah provinsi, katanya, memiliki kewenangan yang sangat terbatas untuk urusan ketenagakerjaan karena perizinan melibatkan berbagai instansi. Atas dasar itu, pemda membentuk LTSA yang melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Imigrasi, BP3TKI, kesehatan, perbankan, dan sebagainya.
Melalui LTSA, lanjutnya, semua layanan urusan perizinan dan dokumen ketenagakerjaan yang sebelumnya menyebar di berbagai instansi tekait dapat disatukan.
"Kalau sebelumnya urusan perizinan dan dokumen kalau diakumulasikan bisa sampai berbulan-bulan maka sekarang tidak lagi, semua bisa diurus dengan cepat di LTSA," katanya.
Baca juga: Gubernur NTT: Gunakan LTSA
Namun Bruno mengakui peran LTSA belum maksimal karena terkendala dukungan peralatan seperti dari Kantor Imigrasi di Kupang.
"Kami berharap pihak Imigrasi juga segera tindak lanjut kendala ini, karena walaupun sudah ada kesepakatan keterlibatan bersama tapi kalau tidak bergerak maka LTSA ini tidak bisa berbuat banyak," katanya.
Menurutnya, namun bukan berarti tidak ada aktivitas di LTSA itu selama enam bulan terakhir sejak diresmikan pada 2017 lalu.
Ia menyebut sejumlah layanan di LTSA yang telah berjalan lancar seperti penerbitan SPR (Surat Pengantar Rekrut), layanan kesehatan dan konsultasi terkait pengiriman tenaga kerja dan syarat-syaratnya, dan sebagainya.
"Rehab ruangan khusus juga sekarang sedang berjalan, di sisi lain kami juga tengah mendorong untuk pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja) luar negeri," katanya.
"Pihak Imigrasi menyatakan siap bergabung dalam LTSA ini tapi peran belum optimal karena kesulitan peralatan mereka yang membutuhkan biaya sekitar Rp1,7 miliar," kata Bruno Kupok di Kupang, Kamis (19/4).
Ia mengatakan, kehadiran LTSA ketenagakerjaan menjadi salah satu solusi utama penanganan masalah TKI ilegal yang marak terjadi di Nusa Tenggara Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah provinsi, katanya, memiliki kewenangan yang sangat terbatas untuk urusan ketenagakerjaan karena perizinan melibatkan berbagai instansi. Atas dasar itu, pemda membentuk LTSA yang melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Imigrasi, BP3TKI, kesehatan, perbankan, dan sebagainya.
Melalui LTSA, lanjutnya, semua layanan urusan perizinan dan dokumen ketenagakerjaan yang sebelumnya menyebar di berbagai instansi tekait dapat disatukan.
"Kalau sebelumnya urusan perizinan dan dokumen kalau diakumulasikan bisa sampai berbulan-bulan maka sekarang tidak lagi, semua bisa diurus dengan cepat di LTSA," katanya.
Baca juga: Gubernur NTT: Gunakan LTSA
Namun Bruno mengakui peran LTSA belum maksimal karena terkendala dukungan peralatan seperti dari Kantor Imigrasi di Kupang.
"Kami berharap pihak Imigrasi juga segera tindak lanjut kendala ini, karena walaupun sudah ada kesepakatan keterlibatan bersama tapi kalau tidak bergerak maka LTSA ini tidak bisa berbuat banyak," katanya.
Menurutnya, namun bukan berarti tidak ada aktivitas di LTSA itu selama enam bulan terakhir sejak diresmikan pada 2017 lalu.
Ia menyebut sejumlah layanan di LTSA yang telah berjalan lancar seperti penerbitan SPR (Surat Pengantar Rekrut), layanan kesehatan dan konsultasi terkait pengiriman tenaga kerja dan syarat-syaratnya, dan sebagainya.
"Rehab ruangan khusus juga sekarang sedang berjalan, di sisi lain kami juga tengah mendorong untuk pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja) luar negeri," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bruno Fernandes: Portugal tak boleh kehilangan keyakinan untuk juara Piala Dunia
08 July 2026 6:03 WIB
Liga Inggris - Cristian Romero selamatkan Tottenham dari kekalahan lawan Newcastle
03 December 2025 11:25 WIB
Liga Inggris - MU kembali ke jalur kemenangan setelah taklukkan Chelsea 2-1
21 September 2025 7:25 WIB
Liga Europa - MU menang telak 3-0 ketika bertandang ke markas Athletic Club
02 May 2025 12:51 WIB, 2025
Newcastle Juara Piala Liga Inggris, Dan Burn masih merasa seperti bermimpi
17 March 2025 13:15 WIB, 2025
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Buruh akan umumkan ke publik parpol serius atau tidak bahas RUU Ketenagakerjaan
13 August 2026 16:19 WIB
Undana akan Pamerkan Riset Unggulan dan Prestasi Alumni di Dies Natalis ke-64
13 August 2026 9:56 WIB
Bakom: 1.360 siswa berprestasi mulai belajar di 17 Sekolah Nasional Terintegrasi
12 August 2026 15:36 WIB