Gelombang tinggi akibat tekanan rendah
Senin, 23 April 2018 11:46 WIB
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo. (ANTARA Foto/Ist)
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang menyebutkan gelombang tinggi di wilayah perairan Nuaa Tenggara Timur (NTT) saat ini akibat pola tekanan rendah di sebelah barat Sumatera.
Selain disebabkan karena angin dari daerah tekanan tinggi Australia melewati wilayah NTT menuju daerah tekanan rendah di sebelah barat Sumatera, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Minggu (22/4).
"Gelombang tinggi di sebabkan adanya pola tekanan rendah di sebelah barat Sumatera, angin dari daerah tekanan tinggi Australia melewati wilayah NTT menuju daerah tekanan rendah di sebelah barat Sumatera, kecepatan angin permukaan mencapai 21 Knot, dampak untuk wilayah NTT angin kencang dan gelombang tinggi," katanya.
Karena itu, BMKG memperingatkan perusahan pelayaran dan nelayan untuk mewasdapai gelombang setinggi 3-4 meter di beberapa wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari ke depan.
Baca juga: Ada tekanan rendah di utara Australia
Potensi gelombang setinggi 4,0 meter berpontensi terjadi di perairan Selat Sumba, perairan Selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara gelombang setinggi 3,5 meter berpotensi terjadi di perairan Selat Sape, Laut Sawu, wilayah perairan Selatan Kupang, Pulau Rote dan Laut Timor selatan NTT.
Selain gelombang setinggi 2.0 meter berpotensi terjadi di perairan laut Selat Alor dan Selat Ombai. Potensi gelombang ini bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan, sehingga nelayan maupun perusahan pelayaran perlu waspada.
Selain disebabkan karena angin dari daerah tekanan tinggi Australia melewati wilayah NTT menuju daerah tekanan rendah di sebelah barat Sumatera, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Minggu (22/4).
"Gelombang tinggi di sebabkan adanya pola tekanan rendah di sebelah barat Sumatera, angin dari daerah tekanan tinggi Australia melewati wilayah NTT menuju daerah tekanan rendah di sebelah barat Sumatera, kecepatan angin permukaan mencapai 21 Knot, dampak untuk wilayah NTT angin kencang dan gelombang tinggi," katanya.
Karena itu, BMKG memperingatkan perusahan pelayaran dan nelayan untuk mewasdapai gelombang setinggi 3-4 meter di beberapa wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari ke depan.
Baca juga: Ada tekanan rendah di utara Australia
Potensi gelombang setinggi 4,0 meter berpontensi terjadi di perairan Selat Sumba, perairan Selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara gelombang setinggi 3,5 meter berpotensi terjadi di perairan Selat Sape, Laut Sawu, wilayah perairan Selatan Kupang, Pulau Rote dan Laut Timor selatan NTT.
Selain gelombang setinggi 2.0 meter berpotensi terjadi di perairan laut Selat Alor dan Selat Ombai. Potensi gelombang ini bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan, sehingga nelayan maupun perusahan pelayaran perlu waspada.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG' Waspadai hujan lebat hingga ekstrem di sebagian besar Indonesia pada Jumat
23 January 2026 7:13 WIB
BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT
21 January 2026 11:55 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB