Pengembangan Bandara Wunopito Lembata terkendala lahan
Selasa, 24 April 2018 17:28 WIB
Bandara Wnopito Lewoleba di Lembata
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Paskal Tapobali, mengemukakan pengembangan Bandara Wunopito di kabupaten itu masih terkendala pembebasan lahan.
"Kami masih terkendala di pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Wunopito yang ada di wilayah Lamahora saat ini," kata Paskal Tapobali saat dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (24/4).
Ia mengatakan hal tersebut terkait kesiapan infrastruktur Bandara Wunopito untuk mendukung layanan penerbangan langsung dari berbagai daerah menuju Kabupaten Lembata.
Dinas Pariwisata Provinsi NTT sebelumnya, meminta pihak maskapai di Tanah Air agar menjajaki layanan penerbangan Denpasar, Bali menuju Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah setempat.
Menurut Paskal, upaya ini sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan pariwisata sebagai sektor unggulan.
"Pak Bupati juga punya konsep menjadikan Lembata sebagai daerah transit, jadi dari Bali masuk ke sini kemudian ke daerah lain, itu yang juga sedang didorong," katanya.
Baca juga: Bandara Adonara terhambat lahan Bandara Wunopito Lewoleba
Ia menjelaskan, kondisi infrastruktur Bandara Wunopito saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter sehingga belum memungkinkan disinggahi pesawat berbadan besar.
"Kondisinya masih layak untuk pesawat ATR-42, kalau ATR-72 atau yang Fokker 100 belum bisa, kalau dipaksakan pun pasti penumpangnya dikurangi," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah setempat terus berupaya membebaskan lahan untuk memperpanjang landasan pacu melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
"Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan bagian Direktorat Bandar Udara untuk support biayanya, kami sedang melengkapi syarat dokumen-dokumen yang diminta," katanya.
Paskal mengatakan, pemerintah setempat juga terus melakukan pendekatan persuasif dengan pemilik lahan yang jumlahnya lebih dari dua orang.
"Kami berharap masalah lahan ini segera tuntas sehingga pembangunan bisa berjalan untuk mendukung kemajuan terutama pariwisata di daerah ini," katanya.
"Kami masih terkendala di pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Wunopito yang ada di wilayah Lamahora saat ini," kata Paskal Tapobali saat dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (24/4).
Ia mengatakan hal tersebut terkait kesiapan infrastruktur Bandara Wunopito untuk mendukung layanan penerbangan langsung dari berbagai daerah menuju Kabupaten Lembata.
Dinas Pariwisata Provinsi NTT sebelumnya, meminta pihak maskapai di Tanah Air agar menjajaki layanan penerbangan Denpasar, Bali menuju Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah setempat.
Menurut Paskal, upaya ini sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan pariwisata sebagai sektor unggulan.
"Pak Bupati juga punya konsep menjadikan Lembata sebagai daerah transit, jadi dari Bali masuk ke sini kemudian ke daerah lain, itu yang juga sedang didorong," katanya.
Baca juga: Bandara Adonara terhambat lahan Bandara Wunopito Lewoleba
Ia menjelaskan, kondisi infrastruktur Bandara Wunopito saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter sehingga belum memungkinkan disinggahi pesawat berbadan besar.
"Kondisinya masih layak untuk pesawat ATR-42, kalau ATR-72 atau yang Fokker 100 belum bisa, kalau dipaksakan pun pasti penumpangnya dikurangi," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah setempat terus berupaya membebaskan lahan untuk memperpanjang landasan pacu melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
"Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan bagian Direktorat Bandar Udara untuk support biayanya, kami sedang melengkapi syarat dokumen-dokumen yang diminta," katanya.
Paskal mengatakan, pemerintah setempat juga terus melakukan pendekatan persuasif dengan pemilik lahan yang jumlahnya lebih dari dua orang.
"Kami berharap masalah lahan ini segera tuntas sehingga pembangunan bisa berjalan untuk mendukung kemajuan terutama pariwisata di daerah ini," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Angkasa Pura: 62.157 orang memanfaatkan Bandara El Tari selama mudik dan balik Lebaran
31 March 2026 10:02 WIB
Empat penerbangan internasional dari Denpasar tertunda usai Iran diserang
28 February 2026 22:28 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemerintah bersama Asperapi perkuat kolaborasi ekosistem MICE di Labuan Bajo
13 April 2026 15:26 WIB