BMKG pastikan Tidak ada badai angin tornado di Alor
Rabu, 10 November 2021 16:20 WIB
Fenomena alam angin kencang berputar seperti belalai terjadi di Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Antara/HO- Facebook/Bleer Ina Kirang Ershi)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan tidak ada peristiwa badai angin Tornado yang terjadi di wilayah perairan Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti dalam video yang beredar luas di media sosial pada Rabu (10/11).
"Tidak ada peristiwa badai angin Tornado terjadi di perairan Alor seperti yang beredar di media sosial itu," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Meteorologi Kelas III Mali, Kabupaten Alor, Erwin Andrew Karipui ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Rabu (10/11).
Erwin Andrew Karipui mengatakan hal itu terkait adanya postingan video pendek dari warga Kabupaten Alor tentang fenomena peristiwa badai angin Tornado yang terjadi di perairan Kalabahi, Kabupaten Alor.
Dalam video yang beredar itu terlihat warga menyaksikan dari kejauhan terjadinya angin Tornado di perairan Kalabahi.
Menurut Erwin Andrew Karipui fenomena alam angin kencang berputar seperti belalai pernah terjadi di Kabupaten Alor pada 27 Oktober 2021 lalu.
Baca juga: BMKG: Bencana banjir Alor dan Kota Batu dipicu cuaca ekstrem
Baca juga: BMKG ingatkan masyarakat waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang
Peristiwa itu terjadi di perairan sekitar Matap, Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.
Ia mengatakan, fenomena tersebut dikenal dengan waterspout yang identik dengan fenomena puting beliung tetapi terjadi di atas permukaan air yang luas yang terbentuk dari sistem awan cumulonimbus (CB).
"Namun demikian, tidak semua awan cumulonimbus dapat menimbulkan fenomena tersebut, tergantung pada kondisi labilitas atmosfer, " kata Erwin Andrew Karipui.
Ia menambahkan keberadaan awan CB juga dapat mengindikasikan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dan pada kondisi tertentu dapat menimbulkan potensi puting beliung atau waterspout.
"Kejadian waterspout adalah kejadian langka tetapi juga termasuk dalam kategori cuaca ekstrem karena menggambarkan badai super sel pada skala ruang mikro (hanya berkisar puluhan meter) namun tidak bertahan lama dan sangat kecil kemungkinan waterspout tersebut berpindah ke daratan," tegasnya.
"Hari ini tidak ada peristiwa badai angin Tornado di Alor. Kami perlu ingatkan dalam masa peralihan musim seperti saat ini foenoena alam seperti angin puting beliung bisa saja terjadi sehingga harus diwaspadai oleh semua warga. Masyarakat agar tidak mendekat apabila ada fenomena alam seperti itu karena membahayakan,"tegas Erwin Andrew Karipui.
"Tidak ada peristiwa badai angin Tornado terjadi di perairan Alor seperti yang beredar di media sosial itu," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Meteorologi Kelas III Mali, Kabupaten Alor, Erwin Andrew Karipui ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Rabu (10/11).
Erwin Andrew Karipui mengatakan hal itu terkait adanya postingan video pendek dari warga Kabupaten Alor tentang fenomena peristiwa badai angin Tornado yang terjadi di perairan Kalabahi, Kabupaten Alor.
Dalam video yang beredar itu terlihat warga menyaksikan dari kejauhan terjadinya angin Tornado di perairan Kalabahi.
Menurut Erwin Andrew Karipui fenomena alam angin kencang berputar seperti belalai pernah terjadi di Kabupaten Alor pada 27 Oktober 2021 lalu.
Baca juga: BMKG: Bencana banjir Alor dan Kota Batu dipicu cuaca ekstrem
Baca juga: BMKG ingatkan masyarakat waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang
Peristiwa itu terjadi di perairan sekitar Matap, Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.
Ia mengatakan, fenomena tersebut dikenal dengan waterspout yang identik dengan fenomena puting beliung tetapi terjadi di atas permukaan air yang luas yang terbentuk dari sistem awan cumulonimbus (CB).
"Namun demikian, tidak semua awan cumulonimbus dapat menimbulkan fenomena tersebut, tergantung pada kondisi labilitas atmosfer, " kata Erwin Andrew Karipui.
Ia menambahkan keberadaan awan CB juga dapat mengindikasikan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dan pada kondisi tertentu dapat menimbulkan potensi puting beliung atau waterspout.
"Kejadian waterspout adalah kejadian langka tetapi juga termasuk dalam kategori cuaca ekstrem karena menggambarkan badai super sel pada skala ruang mikro (hanya berkisar puluhan meter) namun tidak bertahan lama dan sangat kecil kemungkinan waterspout tersebut berpindah ke daratan," tegasnya.
"Hari ini tidak ada peristiwa badai angin Tornado di Alor. Kami perlu ingatkan dalam masa peralihan musim seperti saat ini foenoena alam seperti angin puting beliung bisa saja terjadi sehingga harus diwaspadai oleh semua warga. Masyarakat agar tidak mendekat apabila ada fenomena alam seperti itu karena membahayakan,"tegas Erwin Andrew Karipui.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Fenomena Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum terjadi di Selat Malaka
27 November 2025 9:46 WIB
BMKG sebut Fenomena Haze akibatkan udara di Labuan Bajo terlihat kabur
30 November 2024 10:37 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Wamenkomdigi: ANTARA berperan penting dalam mempublikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:31 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB