Bulog sebut distribusi beras fortivit dilakukan bertahap
Jumat, 3 Desember 2021 15:57 WIB
Direktur Human Capital Perum Bulog Purnomo Sinar Hadi (kanan) memberikan secara simbolis bantuan beras fortivit kepada seorang ibu di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Direktur Human Capital Perum Bulog, Purnomo Sinar Hadi mengatakan bahwa proses pendistribusian beras fortivit untuk menanggulangi kekerdilan (stunting) di Kabupaten Kupang dilakukan secara bertahap.
"Jadi ini memang programnya selama tiga bulan. Tetapi untuk pendistribusiannya dilakukan secara bertahap tiap bulan dengan melihat jumlah bayi penderita stunting di kabupaten Kupang," katanya di Kupang, Jumat, (3/12).
Hal ini disampaikan saat meninjau pelaksanaan Program BULOG Peduli Gizi dengan pembagian secara simbolis 50 kilogram beras fortivit kepada anak-anak penderita kekerdilan di Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang.
Beras Fortivit mengandung sedikit karbohidrat tetapi kaya akan kandungan mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, asam folat, zat besi dan seng (Zn).
Ia mengatakan bahwa secara keseluruhan akan ada lima ton beras fortivit yang akan dibagikan kepada masyarakat atau kepala keluarga yang anaknya menderita kekeridilan selama tiga bulan penuh.
Lima ton beras fortivit itu akan dibagikan kepada 382 balita bawah garis merah (BGM) yang memang sudah terdata di Kabupaten Kupang itu khususnya di kelurahan Naibonat dan Kecamatan Taebenu.
"Saya minta agar teman-teman dari Kanwil bisa segera mendistribusikan beras fortivit itu bagi 382 anak itu secara bertahap dan harus dilakukan secepatnya," ujar dia.
Hal ini karena memang sudah banyak anak yang membutuhkan beras bergizi itu, karena memang di NTT, khususnya di kabupaten Kupang adalah daerah dengan kasus kekerdilan cukup tinggi, yakni prevelensinya mencapai 22 persen.
Penyaluran beras Fortivit itu sebagai bentuk perhatian, dan kepedulian Perum Bulog Kanwil NTT untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui program BULOG Peduli Gizi dengan menyalurkan Beras Fortivit dan melaksanakan edukasi pendampingan gizi kepada masyarakat di Kabupaten Kupang.
Program tersebut sudah berjalan untuk tahap kedua dan tahap pertama dilakukan di provinsi berbeda di Indonesia.
"Nantinya akan ada lagi tahap ketiga, dan sudah pasti di provinsi lain," ujar dia.
Baca juga: Bulog bagikan 5 ton beras fortivit tanggani stunting di Kupang
Ia pun berharap agar dengan adanya pemberian beras bergizi selama tiga bulan berturut-turut itu akan membantu memperbaiki gizi dari anak-anak di kabupaten Kupang.
Baca juga: BULOG gelontorkan bahan pokok untuk pasar murah jelang Natal di Sumut
"Jadi ini memang programnya selama tiga bulan. Tetapi untuk pendistribusiannya dilakukan secara bertahap tiap bulan dengan melihat jumlah bayi penderita stunting di kabupaten Kupang," katanya di Kupang, Jumat, (3/12).
Hal ini disampaikan saat meninjau pelaksanaan Program BULOG Peduli Gizi dengan pembagian secara simbolis 50 kilogram beras fortivit kepada anak-anak penderita kekerdilan di Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang.
Beras Fortivit mengandung sedikit karbohidrat tetapi kaya akan kandungan mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, asam folat, zat besi dan seng (Zn).
Ia mengatakan bahwa secara keseluruhan akan ada lima ton beras fortivit yang akan dibagikan kepada masyarakat atau kepala keluarga yang anaknya menderita kekeridilan selama tiga bulan penuh.
Lima ton beras fortivit itu akan dibagikan kepada 382 balita bawah garis merah (BGM) yang memang sudah terdata di Kabupaten Kupang itu khususnya di kelurahan Naibonat dan Kecamatan Taebenu.
"Saya minta agar teman-teman dari Kanwil bisa segera mendistribusikan beras fortivit itu bagi 382 anak itu secara bertahap dan harus dilakukan secepatnya," ujar dia.
Hal ini karena memang sudah banyak anak yang membutuhkan beras bergizi itu, karena memang di NTT, khususnya di kabupaten Kupang adalah daerah dengan kasus kekerdilan cukup tinggi, yakni prevelensinya mencapai 22 persen.
Penyaluran beras Fortivit itu sebagai bentuk perhatian, dan kepedulian Perum Bulog Kanwil NTT untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui program BULOG Peduli Gizi dengan menyalurkan Beras Fortivit dan melaksanakan edukasi pendampingan gizi kepada masyarakat di Kabupaten Kupang.
Program tersebut sudah berjalan untuk tahap kedua dan tahap pertama dilakukan di provinsi berbeda di Indonesia.
"Nantinya akan ada lagi tahap ketiga, dan sudah pasti di provinsi lain," ujar dia.
Baca juga: Bulog bagikan 5 ton beras fortivit tanggani stunting di Kupang
Ia pun berharap agar dengan adanya pemberian beras bergizi selama tiga bulan berturut-turut itu akan membantu memperbaiki gizi dari anak-anak di kabupaten Kupang.
Baca juga: BULOG gelontorkan bahan pokok untuk pasar murah jelang Natal di Sumut
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
Festival Lamaholot lolos KEN 2026 dan diyakini dongkrak pariwisata Lembata
27 January 2026 20:45 WIB
KPK: Bupati Sudewo diduga memanfaatkan kekosongan 601 jabatan perangkat desa
21 January 2026 6:02 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB