DPRD NTT dukung pembangunan BLK-LN
Kamis, 7 Juni 2018 11:44 WIB
Anggota Komisi V DPRD NTT dari F-PDIP Yunus Takadewa
Kupang (AntaraNews NTT) - DPRD Nusa Tenggara Timur mendukung rencana pemerintah membangun balai latihan kerja luar negeri (BLK-LN) di provinsi berbasis kepulauan itu dalam kerangka mendukung pembangunan manusia dan sumber daya bidang ketenagakerjaan.
"DPRD NTT mendukung rencana pembangunan BLK-LN, termasuk meminta pemerintah agar memberikan perhatian anggaran khususnya pada balai latihan kerja," kata anggota Komisi V DPRD NTT Yunus Takadewa kepada Antara di Kupang, Kamis terkait rencana pembangunan BLK-LN di NTT.
Menurut dia, DPRD NTT akan memberikan perhatian anggaran termasuk untuk membiayai paket-paket pelatihan untuk calon tenaga kerja secara memadai sebelum dikirim ke luar negeri.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, selain latihan kerja, juga mendorong pemerintah untuk memberikan prioritas pada mengembangkan transmigrasi di tahun-tahun mendatang.
"Kami menginginkan agar paket-paket program yang akan dilaksanakan ke depan nantinya benar-benar dirasakan rakyat," katanya.
Baca juga: Pemerintah bangun BLK-LN di Kupang Kadis Nakertrans NTT Bruno Kupok Pemerintah pusat akan membangun Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendidik dan melatih para TKI/TKW sebelum dikirim ke luar negeri.
"Tahun ini sudah ada alokasi anggaran untuk pembuatan perencanaan, sehingga tahun 2019 nanti sudah bisa dibangun," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Bruno Kupok.
Menurut dia, rencana pembangunan BLK-LN ini memang menjadi fokus perjuangan Pemerintah NTT selama beberapa tahun terakhir ini, karena selama ini para calon TKI/TKW asal daerah itu harus menjalani pelatihan di BLK-BLK yang ada di Pulau Jawa, dan banyak menimbulkan permasalahan sosial seperti pelecehan seksual, penyekapan dan lainnya.
"Kalau NTT sudah punya BLK-LN, semua calon TKI bisa menjalani pelatihan di daerah dan langsung dikirim ke negara tujuan. Tidak perlu dikirim ke Pulau Jawa," katanya.
Dia yakin, jika sudah ada BLK-LN di NTT, maka pengiriman TKI ilegal ke luar negeri bisa ditekan karena selama ini banyak TKI dari daerah ini dibawa ke Pulau Jawa dan dikirim secara ilegal ke luar negeri.
Baca juga: Kemendagri Proses Pengalihan Status BLK NTT Pelatihan menjahit
"DPRD NTT mendukung rencana pembangunan BLK-LN, termasuk meminta pemerintah agar memberikan perhatian anggaran khususnya pada balai latihan kerja," kata anggota Komisi V DPRD NTT Yunus Takadewa kepada Antara di Kupang, Kamis terkait rencana pembangunan BLK-LN di NTT.
Menurut dia, DPRD NTT akan memberikan perhatian anggaran termasuk untuk membiayai paket-paket pelatihan untuk calon tenaga kerja secara memadai sebelum dikirim ke luar negeri.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, selain latihan kerja, juga mendorong pemerintah untuk memberikan prioritas pada mengembangkan transmigrasi di tahun-tahun mendatang.
"Kami menginginkan agar paket-paket program yang akan dilaksanakan ke depan nantinya benar-benar dirasakan rakyat," katanya.
Baca juga: Pemerintah bangun BLK-LN di Kupang Kadis Nakertrans NTT Bruno Kupok Pemerintah pusat akan membangun Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendidik dan melatih para TKI/TKW sebelum dikirim ke luar negeri.
"Tahun ini sudah ada alokasi anggaran untuk pembuatan perencanaan, sehingga tahun 2019 nanti sudah bisa dibangun," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Bruno Kupok.
Menurut dia, rencana pembangunan BLK-LN ini memang menjadi fokus perjuangan Pemerintah NTT selama beberapa tahun terakhir ini, karena selama ini para calon TKI/TKW asal daerah itu harus menjalani pelatihan di BLK-BLK yang ada di Pulau Jawa, dan banyak menimbulkan permasalahan sosial seperti pelecehan seksual, penyekapan dan lainnya.
"Kalau NTT sudah punya BLK-LN, semua calon TKI bisa menjalani pelatihan di daerah dan langsung dikirim ke negara tujuan. Tidak perlu dikirim ke Pulau Jawa," katanya.
Dia yakin, jika sudah ada BLK-LN di NTT, maka pengiriman TKI ilegal ke luar negeri bisa ditekan karena selama ini banyak TKI dari daerah ini dibawa ke Pulau Jawa dan dikirim secara ilegal ke luar negeri.
Baca juga: Kemendagri Proses Pengalihan Status BLK NTT Pelatihan menjahit
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PSSI sebut keputusan terkait pemukulan wasit di PON diambil pada Senin
22 September 2024 6:41 WIB, 2024
PSSI berharap empat pemain naturalisasi dapat perkuat timnas di 2022
13 January 2022 19:51 WIB, 2022
Legislator minta Pemprov NTT segera realisasikan dana Seroja Rp10,8 miliar
06 October 2021 14:15 WIB, 2021
KPK konfirmasi politikus PDIP Ihsan Yunus terkait pembagian jatah paket bansos
26 February 2021 14:00 WIB, 2021
Legislator NTT soroti pelayanan perbankan abaikan protokol kesehatan
03 November 2020 15:38 WIB, 2020
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB