SAR Kupang siaga di tiga pos pengamanan
Kamis, 7 Juni 2018 18:32 WIB
Kepala Kantor Basarnas Kupang Abram Benyamin Kolimon (kiri) sedang menyalami salah seorang peserta pelatihan bagi potensi SAR Kupang di Kupang, Selasa (17/4). (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Abram Benyamin Kolimon mengatakan telah mengerahkan petugas untuk siaga di tiga pos pengamanan mudik Lebaran di antaranya Pelabuhan Tenau dan Bolok, serta Bandara El Tari Kupang.
"Petugas kami sudah siaga di tiga pos pengamanan gabungan yang menyebar di pelabuhan dan bandara di Kupang untuk antisipasi adanya musibah atau kecelakan mudik masa Lebaran," Abram Benyamin Kolimon di Kupang, Kamis (7/6).
Ia mengatakan, pos pengamanan gabungan sudah mulai diadakan pada Rabu (6/6) dan akan berlangsung hingga arus balik setelah Hari Raya Lebaran, melibatkan sejumlah instansi di antaranya KSOP Tenau, Pelindo III Tenau, ASDP Bolok, Angkasa Pura I El Tari, TNI-Polri, dan instansi kesehatan.
Abram menjelaskan, personel SAR yang disiagaka di antaranya untuk Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok masing-masing enam orang dan empat orang di Bandara El Tari Kupang.
Menurutnya, keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu kendala, sehingga keterlibatan personel SAR dalam pos gabungan akan memudahkan kegiatan pemantauan dan penanganan jika terjadi kecelakaan atau musibah selama musim libur Lebaran.
Baca juga: Basarnas gelar pelatihan pertolongan di ketinggian
"Petugas kami juga nantinya secara mobile ke mana-mana karena keterbatasan personel sehingga tidak hanya siaga di satu titik saja," katanya.
Abram menjelaskan, pos gabungan untuk pengamanan mudik juga dibentuk di daerah-daerah provinsi berbasiskan kepulauan itu yang menjadi titik persinggahan kapal laut maupun pesawat.
Ia memastikan para petugas SAR yang sudah dilengkapi fasilitas pendukung tetap siaga untuk memantau dan siap bergerak ke lapangan ketika terjadi kecelakaan atau musibah tertentu selama musim mudik Lebaran dapat angsung ditangani.
Terutama arus pergerakan orang keluar dan masuk di Kupang selama liburan Lebaran yang semakin membeludak melalui jalur laut memanfaatkan penyeberangan feri maupun kapal Pelni, katanya.
"Prinsipnya kami tetap siaga sehingga jika terjadi sesuatu saat arus mudik dan arus balik nantinya maka petugas langsung bergerak untuk penanganan," katanya.
Baca juga: SAR lakukan evakuasi medis terhadap turis Jerman
"Petugas kami sudah siaga di tiga pos pengamanan gabungan yang menyebar di pelabuhan dan bandara di Kupang untuk antisipasi adanya musibah atau kecelakan mudik masa Lebaran," Abram Benyamin Kolimon di Kupang, Kamis (7/6).
Ia mengatakan, pos pengamanan gabungan sudah mulai diadakan pada Rabu (6/6) dan akan berlangsung hingga arus balik setelah Hari Raya Lebaran, melibatkan sejumlah instansi di antaranya KSOP Tenau, Pelindo III Tenau, ASDP Bolok, Angkasa Pura I El Tari, TNI-Polri, dan instansi kesehatan.
Abram menjelaskan, personel SAR yang disiagaka di antaranya untuk Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok masing-masing enam orang dan empat orang di Bandara El Tari Kupang.
Menurutnya, keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu kendala, sehingga keterlibatan personel SAR dalam pos gabungan akan memudahkan kegiatan pemantauan dan penanganan jika terjadi kecelakaan atau musibah selama musim libur Lebaran.
Baca juga: Basarnas gelar pelatihan pertolongan di ketinggian
"Petugas kami juga nantinya secara mobile ke mana-mana karena keterbatasan personel sehingga tidak hanya siaga di satu titik saja," katanya.
Abram menjelaskan, pos gabungan untuk pengamanan mudik juga dibentuk di daerah-daerah provinsi berbasiskan kepulauan itu yang menjadi titik persinggahan kapal laut maupun pesawat.
Ia memastikan para petugas SAR yang sudah dilengkapi fasilitas pendukung tetap siaga untuk memantau dan siap bergerak ke lapangan ketika terjadi kecelakaan atau musibah tertentu selama musim mudik Lebaran dapat angsung ditangani.
Terutama arus pergerakan orang keluar dan masuk di Kupang selama liburan Lebaran yang semakin membeludak melalui jalur laut memanfaatkan penyeberangan feri maupun kapal Pelni, katanya.
"Prinsipnya kami tetap siaga sehingga jika terjadi sesuatu saat arus mudik dan arus balik nantinya maka petugas langsung bergerak untuk penanganan," katanya.
Baca juga: SAR lakukan evakuasi medis terhadap turis Jerman
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB