Gangguan Omicron akibatkan lebih 4.000 pembatalan penerbangan
Senin, 3 Januari 2022 9:24 WIB
Ilustrasi pembatalan jadwal penerbangan (Shutterstock)
London (ANTARA) - Lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan di seluruh dunia pada Minggu (2/1), lebih dari setengahnya adalah penerbangan AS.
Pembatalan itu menambah jumlah gangguan perjalanan pekan liburan karena cuaca buruk dan lonjakan kasus virus corona yang disebabkan oleh varian Omicron.
Penerbangan yang dibatalkan pada pukul 8 malam GMT pada Minggu termasuk lebih dari 2.400 penerbangan kedatangan, keberangkatan dari atau di dalam Amerika Serikat, demikian menurut laman pelacakan FlightAware.com. Secara global, lebih dari 11.200 penerbangan ditunda.
Di antara maskapai dengan pembatalan terbanyak adalah SkyWest dan SouthWest, dengan masing-masing 510 dan 419 pembatalan, FlightAware menunjukkan.
Liburan Natal dan Tahun Baru biasanya merupakan waktu puncak untuk perjalanan udara, tetapi penyebaran cepat varian Omicron yang sangat menular telah menyebabkan peningkatan tajam infeksi COVID-19, memaksa maskapai penerbangan untuk membatalkan penerbangan karena pilot dan awak kabin dikarantina.
Badan-badan transportasi di seluruh Amerika Serikat juga menangguhkan atau mengurangi layanan karena kekurangan staf terkait virus corona.
Baca juga: Total sudah 138 kasus Omicron di Indonesia
Omicron telah membawa rekor jumlah kasus dan mengurangi perayaan Tahun Baru di sebagian besar dunia.
Meningkatnya kasus COVID di AS telah menyebabkan beberapa perusahaan mengubah rencana untuk menambah jumlah karyawan yang bekerja dari kantor mereka mulai Senin, (3/1).
Otoritas AS mencatat setidaknya 346.869 virus corona baru pada Sabtu, menurut hitungan Reuters. Jumlah kematian AS dari COVID-19 naik setidaknya 377 menjadi 828.562.
Baca juga: Inggris janjikan Rp 2 triliun untuk bantu negara rentan atasi Omicron
Awak kabin maskapai penerbangan AS, pilot, dan staf pendukung enggan bekerja lembur selama liburan, meskipun ada tawaran insentif keuangan yang besar. Banyak yang takut tertular COVID-19 dan enggan menghadapi kemungkinan berurusan dengan penumpang yang sulit diatur, kata beberapa serikat pekerja maskapai penerbangan.
Pada bulan-bulan sebelum liburan, maskapai mencoba meyakinkan karyawan untuk memastikan staf yang solid, setelah merumahkan atau memberhentikan ribuan selama 18 bulan terakhir karena pandemi membuat industri terseok-seok. Sumber: Antara/Reuters
Pembatalan itu menambah jumlah gangguan perjalanan pekan liburan karena cuaca buruk dan lonjakan kasus virus corona yang disebabkan oleh varian Omicron.
Penerbangan yang dibatalkan pada pukul 8 malam GMT pada Minggu termasuk lebih dari 2.400 penerbangan kedatangan, keberangkatan dari atau di dalam Amerika Serikat, demikian menurut laman pelacakan FlightAware.com. Secara global, lebih dari 11.200 penerbangan ditunda.
Di antara maskapai dengan pembatalan terbanyak adalah SkyWest dan SouthWest, dengan masing-masing 510 dan 419 pembatalan, FlightAware menunjukkan.
Liburan Natal dan Tahun Baru biasanya merupakan waktu puncak untuk perjalanan udara, tetapi penyebaran cepat varian Omicron yang sangat menular telah menyebabkan peningkatan tajam infeksi COVID-19, memaksa maskapai penerbangan untuk membatalkan penerbangan karena pilot dan awak kabin dikarantina.
Badan-badan transportasi di seluruh Amerika Serikat juga menangguhkan atau mengurangi layanan karena kekurangan staf terkait virus corona.
Baca juga: Total sudah 138 kasus Omicron di Indonesia
Omicron telah membawa rekor jumlah kasus dan mengurangi perayaan Tahun Baru di sebagian besar dunia.
Meningkatnya kasus COVID di AS telah menyebabkan beberapa perusahaan mengubah rencana untuk menambah jumlah karyawan yang bekerja dari kantor mereka mulai Senin, (3/1).
Otoritas AS mencatat setidaknya 346.869 virus corona baru pada Sabtu, menurut hitungan Reuters. Jumlah kematian AS dari COVID-19 naik setidaknya 377 menjadi 828.562.
Baca juga: Inggris janjikan Rp 2 triliun untuk bantu negara rentan atasi Omicron
Awak kabin maskapai penerbangan AS, pilot, dan staf pendukung enggan bekerja lembur selama liburan, meskipun ada tawaran insentif keuangan yang besar. Banyak yang takut tertular COVID-19 dan enggan menghadapi kemungkinan berurusan dengan penumpang yang sulit diatur, kata beberapa serikat pekerja maskapai penerbangan.
Pada bulan-bulan sebelum liburan, maskapai mencoba meyakinkan karyawan untuk memastikan staf yang solid, setelah merumahkan atau memberhentikan ribuan selama 18 bulan terakhir karena pandemi membuat industri terseok-seok. Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Purbaya: Penempatan Rp200 triliun di Himbara bisa terserap sektor rill sebulan
16 September 2025 13:09 WIB
Danantara: Kesepakatan membeli 50 pesawat Boeing sudah ada sebelum pandemi COVID-19
29 July 2025 14:02 WIB
KPK mengusut harga barang yang disuplai untuk bansos presiden terkait COVID-19
22 July 2025 11:36 WIB
Presiden Jokowi persilakan KPK mengusut dugaan korupsi Bansos COVID-19 tahun 2020
27 June 2024 18:00 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
PBB meminta Rusia dan AS kembali berdialog soal pengurangan senjata nuklir
05 February 2026 14:01 WIB