Wilayah perbatasan belum bisa bebas roaming internasional
Sabtu, 7 Juli 2018 14:41 WIB
Wilayah perbatasan antarnegara Indoensia-Timor Leste di Pulau Timor, belum bisa bebas jaringan roaming internasional.
Kupang (AntaraNews NTT) - Manajer Sistem Jaringan Area Kupang PT Telekomunikasi Selular Nusa Tenggara Jendrohartono mengatakan wilayah perbatasan antarnegara Indoensia-Timor Leste di Pulau Timor, belum bisa bebas jaringan roaming internasional.
"Bebas roaming internasional masih belum bisa karena itu bukan jaringan kami dari Telkomsel," kata Jendrohartono di Kupang, Sabtu (7/7).
Ia menjelaskan, jaringan telekomunikasi di wilayah perbatasan bukan merupakan jaringan Telkomsel sehingga ketika bebas roaming internasional maka secara off-net maupun on-net maka trafiknya akan sempat melewati jaringan dari Timor Leste.
"Ibaratnya jika data atau percakapan telepon dianggap sebagai penumpang bus maka kami sempat melansir penumpang ini kepada busnya orang lain," katanya.
Ia mengatakan, bisa saja ketika bebas roaming internasional, trafik pengguna jaringan di wilayah perbatasan paling besar dari pelanggan Telkomsel namun melalui jaringan dari negara tetangga yang penggunanya lebih kecil.
Kondisi ini, lanjutnya, dapat menimbulkan dampak lanjutan seperti penambahan kapasitas yang harus dilakukan operator jaringan dari pihak Timor Leste.
Baca juga: Telkomsel pasang 560 BTS di NTT
"Jadi logikanya kalau selama ini untuk melayani kebutuhan mereka dengan satu bus, tapi karena roaming internasional terkoneksi dengan kami, mereka harus menambah dua bus. Berarti hitung-hitungannya nanti bagiamana, pasti ujungnya mengenai bisnis kan," katanya.
Jendrohartono mengatakan, untuk mengamankan jaringan untuk masyarakat di wilayah perbatasan, pihaknya telah membangun tower jaringan Telkomsel seperti dua unit tower di perbukitan yang dekat dengan pos lintas batas negara di Motaain, Kabupaten Belu.
Ia menjelaskan, jaringan Telemor dari Timor Leste di wilayah perbatasan memang sedikit lebih unggul menggunakan frekuensi 800 MHz sementara Telkomsel menggunakan frekuensi 900 MHz.
Namun Telkomsel masih lebih unggul dari aspek persaingan tarif yang masih jauh lebih murah, katanya.
"Layanan jaringan di perbatasan itu kami masih unggul dari dua aspek, baik secara kapasitas maupun harga karena ketika pelanggan yang roaming ke jaringan Telemor maka tekena harga yang lebih mahal," katanya.
Baca juga: Pengguna data Telkomsel di NTT 1,5 juta pelanggan
"Bebas roaming internasional masih belum bisa karena itu bukan jaringan kami dari Telkomsel," kata Jendrohartono di Kupang, Sabtu (7/7).
Ia menjelaskan, jaringan telekomunikasi di wilayah perbatasan bukan merupakan jaringan Telkomsel sehingga ketika bebas roaming internasional maka secara off-net maupun on-net maka trafiknya akan sempat melewati jaringan dari Timor Leste.
"Ibaratnya jika data atau percakapan telepon dianggap sebagai penumpang bus maka kami sempat melansir penumpang ini kepada busnya orang lain," katanya.
Ia mengatakan, bisa saja ketika bebas roaming internasional, trafik pengguna jaringan di wilayah perbatasan paling besar dari pelanggan Telkomsel namun melalui jaringan dari negara tetangga yang penggunanya lebih kecil.
Kondisi ini, lanjutnya, dapat menimbulkan dampak lanjutan seperti penambahan kapasitas yang harus dilakukan operator jaringan dari pihak Timor Leste.
Baca juga: Telkomsel pasang 560 BTS di NTT
"Jadi logikanya kalau selama ini untuk melayani kebutuhan mereka dengan satu bus, tapi karena roaming internasional terkoneksi dengan kami, mereka harus menambah dua bus. Berarti hitung-hitungannya nanti bagiamana, pasti ujungnya mengenai bisnis kan," katanya.
Jendrohartono mengatakan, untuk mengamankan jaringan untuk masyarakat di wilayah perbatasan, pihaknya telah membangun tower jaringan Telkomsel seperti dua unit tower di perbukitan yang dekat dengan pos lintas batas negara di Motaain, Kabupaten Belu.
Ia menjelaskan, jaringan Telemor dari Timor Leste di wilayah perbatasan memang sedikit lebih unggul menggunakan frekuensi 800 MHz sementara Telkomsel menggunakan frekuensi 900 MHz.
Namun Telkomsel masih lebih unggul dari aspek persaingan tarif yang masih jauh lebih murah, katanya.
"Layanan jaringan di perbatasan itu kami masih unggul dari dua aspek, baik secara kapasitas maupun harga karena ketika pelanggan yang roaming ke jaringan Telemor maka tekena harga yang lebih mahal," katanya.
Baca juga: Pengguna data Telkomsel di NTT 1,5 juta pelanggan
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cerita bahagia dari Kupang-NTT: Saat loyalitas pelanggan dan outlet berbuah apresiasi
09 February 2026 14:12 WIB
Telkomsel menjaga kualitas konektivitas selama libur Natal dan tahun baru
26 December 2025 19:11 WIB
Telkomsel ajak pelanggan segera tukarkan Telkomsel POIN sebelum 31 Desember 2025
24 December 2025 8:45 WIB
Telkomsel gelar Gathering bersama pelanggan prioritas di Singaraja, perkuat hubungan dan layanan terbaik
12 December 2025 9:45 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB