Harga daging ayam mulai bergerak naik
Sabtu, 14 Juli 2018 14:13 WIB
Seorang pedagang daging ayam merapikan dagangannya di pasar Naikoten, Kupang, Sabtu (13/7). (Foto Antara/Kornelis Kaha)
Kupang (AntaraNews NTT) - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai bergerak naik hingga posisi Rp70.000 per ekor.
"Sekitar dua pekan yang lalu, harga daging ayam yang dijual di pasar ini hanya mencapai Rp50.000 per ekor. Namun saat ini sudah mengalami kenaikan sekitar Rp20.000 sehingga menjadi Rp70.000 per ekor," kata Elis Kurniawati, penjual ayam di pasar Naikoten Kota Kupang, Sabtu (14/7).
Hal ini disampaikannya saat pewarta Antara berkesempatan mengecek sejumlah harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang.
Ia menjelaskan kenaikan harga daging ayam itu dipicu oleh adanya kenaikan harga ayam di tingkat peternak, yang tentu saja berujung pada harga di pasaran.
"Harga beli ayam di peternak naik. Otomatis penjualan di pasar juga naik," tambah Elis.
Hal yang sama juga disampaikan Anton seorang pedagang ayam di pasar tradisional Oebobo Kota Kupang, yang menilai bahwa akibat kenaikan harga ayam itu, permintan ayam juga mulai berkurang.
Biasanya menurut Anton jika harga tak naik dalam tiga harga ayam yang dijualnya sudah terjual habis karena permintaan konsumen sangat tinggi.
"Oleh karena itu, untuk saat sekarang saya berusaha mengurangi pembelian ayam dari peternak berjaga-jaga jika nanti tidak laku terjual," tambahnya.
Sementara itu harga telur ayam ras per rak di kota Kupang terus beranjak naik. Dari semula hanya Rp58.000 per rak, kini sudah mencapai Rp60.000 per rak.
Kenaikan ini dipicu oleh adanya kenaikan harga telur ayam ras di Surabaya, Jawa Timur, yang mana pemesanan ayam berasal dari daerah tersebut.
"Sekitar dua pekan yang lalu, harga daging ayam yang dijual di pasar ini hanya mencapai Rp50.000 per ekor. Namun saat ini sudah mengalami kenaikan sekitar Rp20.000 sehingga menjadi Rp70.000 per ekor," kata Elis Kurniawati, penjual ayam di pasar Naikoten Kota Kupang, Sabtu (14/7).
Hal ini disampaikannya saat pewarta Antara berkesempatan mengecek sejumlah harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang.
Ia menjelaskan kenaikan harga daging ayam itu dipicu oleh adanya kenaikan harga ayam di tingkat peternak, yang tentu saja berujung pada harga di pasaran.
"Harga beli ayam di peternak naik. Otomatis penjualan di pasar juga naik," tambah Elis.
Hal yang sama juga disampaikan Anton seorang pedagang ayam di pasar tradisional Oebobo Kota Kupang, yang menilai bahwa akibat kenaikan harga ayam itu, permintan ayam juga mulai berkurang.
Biasanya menurut Anton jika harga tak naik dalam tiga harga ayam yang dijualnya sudah terjual habis karena permintaan konsumen sangat tinggi.
"Oleh karena itu, untuk saat sekarang saya berusaha mengurangi pembelian ayam dari peternak berjaga-jaga jika nanti tidak laku terjual," tambahnya.
Sementara itu harga telur ayam ras per rak di kota Kupang terus beranjak naik. Dari semula hanya Rp58.000 per rak, kini sudah mencapai Rp60.000 per rak.
Kenaikan ini dipicu oleh adanya kenaikan harga telur ayam ras di Surabaya, Jawa Timur, yang mana pemesanan ayam berasal dari daerah tersebut.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR meminta dugaan adanya setoran kasus sabung ayam diusut tuntas
24 March 2025 18:20 WIB, 2025
Pemerhati: Isu setoran judi sabung ayam ke polisi harus didalami TNI-Polri
23 March 2025 20:50 WIB, 2025
Kapolri menaikkan pangkat tiga personel yang gugur saat gerebek sabung ayam
18 March 2025 13:30 WIB, 2025
Capres Ganjar Pranowo: Kita tak mau rakyat diperlakukan seperti ayam
04 February 2024 8:01 WIB, 2024