Bangkai paus sperma terdampar di Pulau Sabu, NTT
Jumat, 8 April 2022 12:50 WIB
Petugas BKKPN Kupang mengukur dan mengidentifikasi bangkai paus sperma yang terdampar di kawasan pantai di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO BKKPN Kupang)
Kupang (ANTARA) - Bangkai satu paus sperma (Physeter macrocephalus) terdampar di kawasan pantai Wadumaddi di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi di Kupang, Jumat, (8/4) mengatakan bahwa paus sperma itu ditemukan terdampar di kawasan pantai dekat objek wisata Bukit Salju pada Kamis malam (7/4).
"Saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk," katanya.
Menurut dia, petugas BKKPN Kupang sudah berada di lokasi penemuan bangkai paus sperma yang panjangnya diperkirakan sekitar sembilan meter tersebut.
"Teman-teman dari BKKPN akan melakukan identifikasi dan pengukuran serta pengambilan sampel untuk uji DNA," katanya.
Imam mengemukakan bahwa paus sperma itu kemungkinan sudah mati di tengah laut beberapa hari lalu dan kemudian terbawa arus ke kawasan pantai di Desa Wadumaddi, Kecamatan Hawu Mehara.
Dia mengatakan bahwa setelah melakukan identifikasi, pengukuran, dan pengambilan sampel, petugas BKKPN Kupang akan menguburkan bangkai paus sperma tersebut.
Sementara itu, Kepala Polres Sabu Raijua AKBP Jakob Seubelan mengatakan bahwa warga setempat akan melakukan ritual adat sebelum penguburan bangkai paus.
Baca juga: BKKPN Kupang bakar paus sperma yang terdampar dan mati
"Rencananya akan dilakukan ritual adat oleh tokoh adat Mone Ama, baru dilanjutkan penguburan di sekitar pantai guna menghindari pencemaran biota laut," katanya.
Baca juga: Nelayan Sumba Tengah gelar ritual adat untuk bakar bangkai paus
Ia menambahkan, kepolisian mengerahkan petugas ke lokasi penemuan dan penguburan bangkai paus sperma untuk mencegah orang berkerumun untuk menyaksikannya.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi di Kupang, Jumat, (8/4) mengatakan bahwa paus sperma itu ditemukan terdampar di kawasan pantai dekat objek wisata Bukit Salju pada Kamis malam (7/4).
"Saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk," katanya.
Menurut dia, petugas BKKPN Kupang sudah berada di lokasi penemuan bangkai paus sperma yang panjangnya diperkirakan sekitar sembilan meter tersebut.
"Teman-teman dari BKKPN akan melakukan identifikasi dan pengukuran serta pengambilan sampel untuk uji DNA," katanya.
Imam mengemukakan bahwa paus sperma itu kemungkinan sudah mati di tengah laut beberapa hari lalu dan kemudian terbawa arus ke kawasan pantai di Desa Wadumaddi, Kecamatan Hawu Mehara.
Dia mengatakan bahwa setelah melakukan identifikasi, pengukuran, dan pengambilan sampel, petugas BKKPN Kupang akan menguburkan bangkai paus sperma tersebut.
Sementara itu, Kepala Polres Sabu Raijua AKBP Jakob Seubelan mengatakan bahwa warga setempat akan melakukan ritual adat sebelum penguburan bangkai paus.
Baca juga: BKKPN Kupang bakar paus sperma yang terdampar dan mati
"Rencananya akan dilakukan ritual adat oleh tokoh adat Mone Ama, baru dilanjutkan penguburan di sekitar pantai guna menghindari pencemaran biota laut," katanya.
Baca juga: Nelayan Sumba Tengah gelar ritual adat untuk bakar bangkai paus
Ia menambahkan, kepolisian mengerahkan petugas ke lokasi penemuan dan penguburan bangkai paus sperma untuk mencegah orang berkerumun untuk menyaksikannya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB