Armada China membayangi kapal perang AS di Selat Taiwan
Kamis, 28 April 2022 5:43 WIB
Dokumentasi - Selat Taiwan dilihat dari atas pelabuhan Kota Keelung di utara Taipei. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Beijing (ANTARA) - Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengerahkan pasukan untuk membayangi kapal perang Amerika Serikat saat melintasi wilayah perairan Selat Taiwan, Selasa (26/4).
"Kami mengorganisasikan pasukan untuk melacak dan memonitor pergerakan kapal perang AS," kata juru bicara Komando Armada Timur PLA Kolonel Senior Shi Yi kepada pers di Beijing, Rabu, (27/4).
Menurut dia, USS Sampson, kapal kawal perusak radar AS, berlayar melalui Selat Taiwan pada Selasa.
Insiden tersebut terjadi sepekan setelah Menteri Pertahanan China Wei Fenghe bercakap melalui telepon degan koleganya, Menhan AS Lloyd Austin, Rabu (20/4).
Dalam percakapan telepon tersebut, Wei menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari China dan status quo tidak dapat diubah oleh siapa pun.
Sementara Austin menyatakan bahwa AS mengakui prinsip "Satu China".
Dua jet tempur China J-16 memasuki pulau yang diidentifikasi sebagai zona pertahanan udara barat daya Taiwan pada Selasa (26/4).
Pada Selasa itu juga, PLA mengerahkan kapal kawal perusak rudal Zhoushan 054A dan kapal pendaratan pasukan amfibi Yimingshen melintasi Selat Miyako dari arah tenggara ke barat daya Taiwan.
"AS sering melakukan tindakan provokatif yang dengan sengaja merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. China dengan tegas menentang hal ini," kata Kolonel Senior Shi Yi di laman resmi PLA.
Baca juga: China kecam transit kapal perang AS di Selat Taiwan
Baca juga: China ekspor kapal perang terbesar dan tercanggih ke Pakistan
"Kami mengorganisasikan pasukan untuk melacak dan memonitor pergerakan kapal perang AS," kata juru bicara Komando Armada Timur PLA Kolonel Senior Shi Yi kepada pers di Beijing, Rabu, (27/4).
Menurut dia, USS Sampson, kapal kawal perusak radar AS, berlayar melalui Selat Taiwan pada Selasa.
Insiden tersebut terjadi sepekan setelah Menteri Pertahanan China Wei Fenghe bercakap melalui telepon degan koleganya, Menhan AS Lloyd Austin, Rabu (20/4).
Dalam percakapan telepon tersebut, Wei menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari China dan status quo tidak dapat diubah oleh siapa pun.
Sementara Austin menyatakan bahwa AS mengakui prinsip "Satu China".
Dua jet tempur China J-16 memasuki pulau yang diidentifikasi sebagai zona pertahanan udara barat daya Taiwan pada Selasa (26/4).
Pada Selasa itu juga, PLA mengerahkan kapal kawal perusak rudal Zhoushan 054A dan kapal pendaratan pasukan amfibi Yimingshen melintasi Selat Miyako dari arah tenggara ke barat daya Taiwan.
"AS sering melakukan tindakan provokatif yang dengan sengaja merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. China dengan tegas menentang hal ini," kata Kolonel Senior Shi Yi di laman resmi PLA.
Baca juga: China kecam transit kapal perang AS di Selat Taiwan
Baca juga: China ekspor kapal perang terbesar dan tercanggih ke Pakistan
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Beijing minta AS tak mencampuri latihan tentara PLA China di sekitar Taiwan
25 May 2024 10:21 WIB, 2024
Beijing kritik perwakilan negara menghadiri upacara pelantikan pemimpin Taiwan
22 May 2024 14:00 WIB, 2024
Paket bantuan untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan bisa menjadi bumerang bagi AS
23 April 2024 18:00 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Militer AS mulai menempatkan rudal Patriot pada truk peluncur di pangkalan udara Qatar
11 February 2026 13:43 WIB
Duta Besar Iran menilai AS tidak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
11 February 2026 7:45 WIB
Indonesia ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
11 February 2026 7:38 WIB