Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan muatan balik kontainer yang diangkut kapal Tol Laut dari NTT ke wilayah Pulau Jawa, kata Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka.

"Kita terus berupaya meningkatkan volume logistik untuk muatan balik kapal Tol Laut yang selama ini masih lebih rendah dibandingkan dengan muatan yang masuk," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat, (13/5).

Ia menjelaskan muatan kontainer kapal Tol Laut yang masuk ke NTT umumnya penuh dengan barang-barang kebutuhan masyarakat. Namun ketika muatan balik atau keluar NTT, kata dia kontainer-kontainer tidak terisi penuh seperti ketika datang ke NTT.

"Data yang kami kumpulkan volume muatan balik yang terisi ini paling tinggi sekitar 30 persen, ini yang terus diupayakan agar ke depan bisa terus meningkat," katanya.

Pemprov, kata dia terus berjuang sebagaimana yang telah disampaikan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi sebelumnya yang menargetkan muatan kontainer ke luar NTT bisa meningkat dalam dua tahun ke depan.

Baca juga: Kemenhub nilai tol laut kunci pemerataan gula di NTT

Isyak Nuka mengatakan layanan kapal Tol Laut sejauh ini sudah berjalan di NTT selama beberapa tahun terakhir untuk rute dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kalabahi.

Selain itu ada rute Tol Laut Surabaya-Waingapu, Surabaya-Kupang, dan dari Kupang ada Tol Laut yang khusus ke Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Baca juga: Pelindo Labuan Bajo berikan diskon 85 persen untuk kapal tol laut

Hadirnya Program Tol Laut ini untuk menekan biaya penyaluran logistik yang tinggi sehingga bahan-bahan kebutuhan bisa segera sampai ke masyarakat dengan harga yang terkendali.

"Angkutan barang-barang logistik yang masuk sejauh ini berjalan lancar namun yang menjadi fokus kita yaitu bagaimana meningkatkan muatan balik," katanya.


Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024