Nelayan yang hilang ditemukan dalam kondisi mayat
Sabtu, 15 September 2018 16:13 WIB
Tim SAR Kupang berhasil menemukan nelayan yang hilang di perairan Pantai Oesapa Kupang dalam kondisi mayat. (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Kupang (AntaraNews NTT) - Fransiskus Sonlai (24), salah seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Oesapa Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu, berhasil ditemukan tim SAR dalam kondisi mayat.
"Korban ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi mayat sekitar 70 meter dari lokasi korban dilaporkan hilang," kata Komandan Tim (Dantim) pencari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Ismail melalui Humas Petronela Amabi di Kupang, Sabtu (15/9).
Korban Fransiskus Sonlai, asal Desa Oebikin, Kabupaten Timor Tengah Utara ditemukan tim SAR gabungan dalam operasi pencarian selama empat hari setelah korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Oesapa, Rabu (12/9) lalu.
Ia mengatakan, operasi pencarian terhadap korban dilakukan oleh 57 orang yang terdiri dari 10 orang anggota SAR Kupang, kepolisian dua orang, nelayan 15 orang serta masyarakat sebanyak 30 orang.
Menurut dia, setelah korban ditemukan maka operasi pencarian yang dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang ditutup.
Baca juga: Fransiskus belum ditemukan tim SAR
Fransiskus Sonlai dilaporkan hilang saat sedang berenang mengambil perahunya di perairan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Korban diduga mengalami keram atau kejang kaki saat berenang sehingga tidak bisa berbuat apa-apa saat situasi sulit tersebut.
Tim SAR Kupang terus melakukan pencarian dan menyisir wilayah pantai, sampai akhirnya ditemukakan dalam keadaan mayat saat operasi hari keempat.
Jenazah Fransiskus akhirnya langsung diserahkan Tim SAR kepada keluarganya yang dengan setia menanti operasi tersebut sampai membuahkan hasil.
"Korban ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi mayat sekitar 70 meter dari lokasi korban dilaporkan hilang," kata Komandan Tim (Dantim) pencari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Ismail melalui Humas Petronela Amabi di Kupang, Sabtu (15/9).
Korban Fransiskus Sonlai, asal Desa Oebikin, Kabupaten Timor Tengah Utara ditemukan tim SAR gabungan dalam operasi pencarian selama empat hari setelah korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Oesapa, Rabu (12/9) lalu.
Ia mengatakan, operasi pencarian terhadap korban dilakukan oleh 57 orang yang terdiri dari 10 orang anggota SAR Kupang, kepolisian dua orang, nelayan 15 orang serta masyarakat sebanyak 30 orang.
Menurut dia, setelah korban ditemukan maka operasi pencarian yang dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang ditutup.
Baca juga: Fransiskus belum ditemukan tim SAR
Fransiskus Sonlai dilaporkan hilang saat sedang berenang mengambil perahunya di perairan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Korban diduga mengalami keram atau kejang kaki saat berenang sehingga tidak bisa berbuat apa-apa saat situasi sulit tersebut.
Tim SAR Kupang terus melakukan pencarian dan menyisir wilayah pantai, sampai akhirnya ditemukakan dalam keadaan mayat saat operasi hari keempat.
Jenazah Fransiskus akhirnya langsung diserahkan Tim SAR kepada keluarganya yang dengan setia menanti operasi tersebut sampai membuahkan hasil.
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basarnas: 6 korban kecelakaan pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan
22 January 2026 16:20 WIB
Sembilan unit SAR menyisir bukit curam Bulusaraung guna mencari korban ATR
20 January 2026 11:51 WIB
Tim SAR tutup operasi pencarian satu WNA Spanyol yang hilang tenggelam di Labuan Bajo
10 January 2026 5:43 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB