Laka Lena minta pemerintah antisipasi penularan cacar monyet
Senin, 25 Juli 2022 16:03 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. (ANTARA/HO-DPR-RI/am)
Jakarta (ANTARA) - Komisi IX DPR meminta pemerintah pusat mengantisipasi penularan penyakit cacar monyet, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia sudah menyebabkan kondisi darurat kesehatan global.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa meski kasus penularan cacat monyet belum terdeteksi di Indonesia, pemerintah harus siap siaga mencegah persebaran penyakit tersebut.
"Kami akan mendorong agar pemerintah betul-betul mempersiapkan, baik terkait memberikan informasi, memberikan keterangan, memberikan penjelasan yang lebih jelas dan terang, sederhana, sehingga publik tahu bagaimana, memahami tentang penyakit cacar monyet ini dengan baik," katanya di Jakarta, Senin, (25/7/2022).
Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah menjalankan upaya pencegahan serta mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatasi penularan cacar monyet, penyakit binatang yang menular ke manusia dan dapat menular dari manusia ke manusia.
"Harus mulai memikirkan bagaimana mempersiapkan sarana prasarana, dan tenaga kesehatan yang mulai dipersiapkan untuk mengantisipasi apabila (penyakit) ini masuk ke Tanah Air," kata Melkiades.
Ia mengatakan bahwa pemerintah harus memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, siap menangani penularan penyakit cacar monyet.
Selain itu, dia menekankan pentingnya penguatan surveilans pada orang-orang yang datang ke Indonesia dari luar negeri, utamanya dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet.
Menurut dia, kantor-kantor kesehatan pelabuhan harus disiapkan untuk memeriksa pelaku perjalanan yang datang dari luar negeri guna mendeteksi penularan penyakit cacar monyet mengingat penyakit yang semula hanya menular di kawasan Afrika itu kini sudah menyebar ke wilayah Eropa, Amerika, dan Asia.
Dia mengemukakan bahwa model penanganan penularan COVID-19 semasa pandemi bisa dijadikan sebagai acuan dalam menangani penularan penyakit cacar monyet.
"Sistem yang sudah dibangun ini, beserta semua yang sudah kita lakukan ini, bisa menjadi bagian dari cara kita menangani monkey pox (cacar monyet)," katanya.
Kementerian Kesehatan sudah mengaktifkan sistem surveilans di seluruh pintu masuk ke wilayah Indonesia guna mencegah persebaran penyakit cacar monyet.
Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa suhu tubuh dan kesehatan setiap pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet.
Selain itu, pemerintah menyiapkan laboratorium serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengatasi dampak penularan penyakit cacar monyet.
Maxi menjelaskan bahwa penyakit cacar monyet antara lain ditandai dengan gejala demam, kelainan pada kulit berupa ruam atau bintik merah, serta pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan selangkangan.
Baca juga: WHO minta Asia Tenggara perkuat pengawasan cacar monyet
Baca juga: WHO bilang tidak ada bukti virus cacar monyet telah bermutasi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi IX DPR minta pemerintah antisipasi penularan cacar monyet
Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwa meski kasus penularan cacat monyet belum terdeteksi di Indonesia, pemerintah harus siap siaga mencegah persebaran penyakit tersebut.
"Kami akan mendorong agar pemerintah betul-betul mempersiapkan, baik terkait memberikan informasi, memberikan keterangan, memberikan penjelasan yang lebih jelas dan terang, sederhana, sehingga publik tahu bagaimana, memahami tentang penyakit cacar monyet ini dengan baik," katanya di Jakarta, Senin, (25/7/2022).
Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah menjalankan upaya pencegahan serta mempersiapkan langkah-langkah untuk mengatasi penularan cacar monyet, penyakit binatang yang menular ke manusia dan dapat menular dari manusia ke manusia.
"Harus mulai memikirkan bagaimana mempersiapkan sarana prasarana, dan tenaga kesehatan yang mulai dipersiapkan untuk mengantisipasi apabila (penyakit) ini masuk ke Tanah Air," kata Melkiades.
Ia mengatakan bahwa pemerintah harus memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, siap menangani penularan penyakit cacar monyet.
Selain itu, dia menekankan pentingnya penguatan surveilans pada orang-orang yang datang ke Indonesia dari luar negeri, utamanya dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet.
Menurut dia, kantor-kantor kesehatan pelabuhan harus disiapkan untuk memeriksa pelaku perjalanan yang datang dari luar negeri guna mendeteksi penularan penyakit cacar monyet mengingat penyakit yang semula hanya menular di kawasan Afrika itu kini sudah menyebar ke wilayah Eropa, Amerika, dan Asia.
Dia mengemukakan bahwa model penanganan penularan COVID-19 semasa pandemi bisa dijadikan sebagai acuan dalam menangani penularan penyakit cacar monyet.
"Sistem yang sudah dibangun ini, beserta semua yang sudah kita lakukan ini, bisa menjadi bagian dari cara kita menangani monkey pox (cacar monyet)," katanya.
Kementerian Kesehatan sudah mengaktifkan sistem surveilans di seluruh pintu masuk ke wilayah Indonesia guna mencegah persebaran penyakit cacar monyet.
Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa suhu tubuh dan kesehatan setiap pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet.
Selain itu, pemerintah menyiapkan laboratorium serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengatasi dampak penularan penyakit cacar monyet.
Maxi menjelaskan bahwa penyakit cacar monyet antara lain ditandai dengan gejala demam, kelainan pada kulit berupa ruam atau bintik merah, serta pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan selangkangan.
Baca juga: WHO minta Asia Tenggara perkuat pengawasan cacar monyet
Baca juga: WHO bilang tidak ada bukti virus cacar monyet telah bermutasi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi IX DPR minta pemerintah antisipasi penularan cacar monyet
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRIN ingatkan disiplin protokol kesehatan cegah penularan cacar monyet
04 September 2024 15:00 WIB, 2024
Menkes jelaskan alasan WHO naikkan status penyakit cacar monyet jadi darurat kesehatan
27 August 2024 12:55 WIB, 2024
Dokter bilang jagung parut dapat tingkatkan risiko iritasi pada luka cacar
22 August 2024 11:17 WIB, 2024
Menkes bilang hati-hati berhubungan seksual untuk hindari cacar monyet
08 November 2023 16:09 WIB, 2023
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB