Kupang (AntaraNews NTT) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi meminta dukungan Komisi V DPR RI untuk membantu pembangunan infrastruktur di provinsi berbasiskan kepulauan ini.

"Saya minta teman-teman di Komisi V bisa membantu anggaran untuk mendukung pembanguan infrtruktur di NTT yang masih tertinggal ini," katanya ketika berdialog dengan Komisi V DPR RI yang dipimpin ketuanya Fary Djemy Francis di Kupang, Kamis (1/11).

Ia mengatakan, kunjungan pimpinan dan jajaran anggota Komisi V itu sangat diharapkan pemerintah daerah, karena salah satu poin pengusulan anggaran di pusat berdasarkan hasil kunjungan kerja atau reses.

"Sekarang Komisi V sudah datang ke sini, sudah melihat langsung kondisi infrasturktu di sini sehingga saya yakin dukungan anggaran nantinya juga harus bagus," katanya.

Ia mengatakan, kondisi infrastruktur di daerah setempat masih jauh tertinggal, tidak hanya jalan, namun juga transportasi, perumahan rakyat, dan lainnya.

Sementara di sisi lain, lanjutnya, NTT merupakan wilayah yang sangat strategis karena berdekatan dan berbastasan langsung dengan Negara Timor Leste dan Australia.

"Untuk itu kami minta pihak Pusat untuk "go to east", terus memberikan perhatian ke timur maupun selatan seperti di daerah kami ini," katanya. Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)  Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mengatakan kunjungan kerja bersama anggotanya ke NTT untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, jalan, dan jembatan di Kota Kupang.

Selain itu, pihaknya bersama pemerintah daerah juga akan membahas pembangunan drainase serta kelanjutan pembangunan Jembatan Petuk berupa pembuatan oranamen-oranamen agar menjadi ikon Kota Kupang.

Selanjutnya, pihaknya juga akan bertolak ke Pulau Sumba untuk melihat infrastruktur di daerah itu, terutama pembangunan jalan menuju Hotel Nihiwatu, yang merupakan resort terbaik di dunia.

Pantau infrastruktur
Fary Djemy Francis usai bersama anggota Komisi V DPR RI bertemu Wagub Nae Soi dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, langsung meninjau kondisi infrastruktur di Kota Kupang, seperti bandara, pelabuhan, jalan, dan jembatan.

Ia menjelaskan, untuk tinjauan ke bandara, pihakya fokus pada persoalan yang berkaitan dengan berbagai rekomendasi yang disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Karena dalam catatan kami dari sekitar 150 lebih poin rekomedasi dari KNKT kepada pihak Perhubungan Udara itu baru 20 persen yang ditindaklanjuti," katanya. Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)  Selain itu, Komisi V juga membahas pembangunan lanjutan Jembatan Petuk berupa pembuatan ornamen-ornamen sehingga menjadi ikon ibu kota Provinsi NTT.

Ia mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah juga akan berdiskusi terkait pembangunan master plan drainase di Kota Kupang.

Untuk itu, Komisi V juga menghadirkan pihak kementerian terkait dari Direktorat Pengembangan Kawasan Perkotaan untuk melihat dari dekat kondisi di lapangan.

Ia mengatakan, setelah meninjau dan membahas infrastruktur di Kota Kupang, selanjutnya pihaknya juga akan bertolak ke Pulau Sumba untuk melihat infrastruktur di daerah itu.

"Karena di Pulau Sumba kami juga memberikan dukungan berupa pembanguan jalan menuju resort terbaik di dunia yaitu di Nihiwatu," katanya.

Turut hadir dalam kunjungan kerja itu, Direktur Angkasa Pura I Faik Fahmi, Kepala Sub Direktorart Peralatan dan Utilitas Bandara, Ditjen Perhubungan Udara, Nazaruddin Ahmad, para pejabat dan pimpinan instansi yang menjadi mitra Komisi V di pusat maupun daerah. Kepala BPJN X Hadrianus Bambang Nurhadi Widi Hartono saat berpose di Jembatan Petuk Kota Kupang. (ANTARA Foto Antara/Kornelis Kaha) 
 

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024