Kapolda: anggota Brimob jangan arogan
Rabu, 14 November 2018 12:42 WIB
Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman (kiri) saat bersalaman dengan peserta atraksi bongkar pasang senjata laras panjang, memperingati HUT ke-73 Brimob, Rabu (14/11). (AntaraNewsNTT/Kornelis Kaha)
Kupang, (AntaraNews NTT) - Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Raja Erizman mengimbau personel Brigade Mobile (Brimob) untuk tidak arogan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparat keamanan.
"Saya rasa banyak yang harus dibenahi. Tetapi satu pesan saya, personel Brimob jangan sampai arogan dalam bertindak," katanya menjawab pertanyaan wartawan tentang pembenahan dalam tubuh Brimob sendiri khususnya Brimod di wilayah Polda NTT, usai menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT ke-73 Brimob di Markas Brimob Polda NTT, Rabu, (14/11).
Komandan berbintang dua itu mengatakan tugas Brimob adalah menjaga keamanan serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat bukan melakukan tindakan yang menunjukkan arogansi Brimob itu sendiri. "Anggota Brimob boleh tegas, tetapi harus tetap humanis dalam menjaga keamanan sehingga masyarakat nyaman," tuturnya.
Baca juga: Markas Brimob Dibangun di Labuan Bajo
Baca juga: Wartawan Antara Jadi Korban Kekerasan Oknum Brimob
Hal ini karena memang Brimob yang adalah dalam tubuh Polri harus tetap bekerja dengan masyarakat. Kalau perlu meneurutnya sama-sama menjaga keamanan wilayah.
Orang nomor satu di Polda NTT itu menambahkan bahwa jika berbicara terkait pembenahan, menurut dia masih banyak sekali. Mulai dari pembenahan fasilitas, pembenahan personel serta banyak hal lainnya yang menurut dia perlu kerja sama agar berbagai kekurangan dalam tubuh Brimob khususnya secara umum di tubuh Polda NTT dapat teratasi.
Menurut dia untuk pembenahan fasilitas serta personel, saat ini Polri masih terbatas pada anggaran. Baik itu anggaran pendapatan belanja negara (APBN) maupun anggaran personal Polri itu sendiri. "Namun kami tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal dengan menjaga keamanan dan ketertiban di NTT," tegasnya.
"Saya rasa banyak yang harus dibenahi. Tetapi satu pesan saya, personel Brimob jangan sampai arogan dalam bertindak," katanya menjawab pertanyaan wartawan tentang pembenahan dalam tubuh Brimob sendiri khususnya Brimod di wilayah Polda NTT, usai menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT ke-73 Brimob di Markas Brimob Polda NTT, Rabu, (14/11).
Komandan berbintang dua itu mengatakan tugas Brimob adalah menjaga keamanan serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat bukan melakukan tindakan yang menunjukkan arogansi Brimob itu sendiri. "Anggota Brimob boleh tegas, tetapi harus tetap humanis dalam menjaga keamanan sehingga masyarakat nyaman," tuturnya.
Baca juga: Markas Brimob Dibangun di Labuan Bajo
Baca juga: Wartawan Antara Jadi Korban Kekerasan Oknum Brimob
Hal ini karena memang Brimob yang adalah dalam tubuh Polri harus tetap bekerja dengan masyarakat. Kalau perlu meneurutnya sama-sama menjaga keamanan wilayah.
Orang nomor satu di Polda NTT itu menambahkan bahwa jika berbicara terkait pembenahan, menurut dia masih banyak sekali. Mulai dari pembenahan fasilitas, pembenahan personel serta banyak hal lainnya yang menurut dia perlu kerja sama agar berbagai kekurangan dalam tubuh Brimob khususnya secara umum di tubuh Polda NTT dapat teratasi.
Menurut dia untuk pembenahan fasilitas serta personel, saat ini Polri masih terbatas pada anggaran. Baik itu anggaran pendapatan belanja negara (APBN) maupun anggaran personal Polri itu sendiri. "Namun kami tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal dengan menjaga keamanan dan ketertiban di NTT," tegasnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Dirut Dana Syariah Indonesia Taufiq Aljufri sampaikan permintaan maaf usai jadi tersangka
09 February 2026 15:14 WIB
KPK menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi Gubernur Jambi Al Haris
09 February 2026 15:10 WIB
Prabowo menyoroti prioritas keamanan hadapi geopolitik saat Rapim TNI-Polri
09 February 2026 15:09 WIB
Ketua MA: Hakim terjaring OTT KPK mencederai keluhuran harkat dan martabat
09 February 2026 13:53 WIB